Maskapai Tolak Rencana Iuran Pariwisata Lewat Tiket Pesawat, Ini Alasannya
Jum'at, 26 April 2024 - 07:37 WIB
loading...
Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) keberatan soal rencana iuran dana pariwisata melalui tiket pesawat. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) keberatan soal rencana iuran dana pariwisata melalui tiket pesawat. Wacana tersebut berpotensi menaikkan harga tiket pesawat karena dibebankan kepada penumpang.
"Dengan demikian pengenaan iuran pariwisata pada tiket pesawat akan menjadi kontraproduktif, karena dapat menyebabkan harga tiket naik, jumlah penumpang turun dan kondisi bisnis maskapai penerbangan juga turun," ujar Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja melalui pernyataannya, Jumat (26/4/2024).
Baca Juga: Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty Tolak Rencana Pungutan Iuran Dana Pariwisata
Menurutnya, kebijakan itu justru kontraproduktif ditengah cita-cita Pemerintah memperluas konektivitas transportasi udara. Sebab, jumlah pelanggan terancam menurun dampak dari meningkatnya biaya transportasi.
Belum lagi menurutnya, penumpang pesawat terdiri dari berbagai macam keperluan, di antaranya untuk keperluan bisnis, acara keluarga atau pribadi, keperluan dinas, keperluan pendidikan, keperluan liburan atau berwisata dan lainnya. "Jadi pariwisata dan wisatawan hanya salah satu dari berbagai jenis penumpang pesawat," sambungnya.
Sehingga menurut Denon, tidak seharusnya iuran pariwisata yang sedang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ditambahkan dalam komponen harga tiket pesawat, karena akan menjadi beban tambahan bagi penumpang dan maskapai penerbangan.
Dengan tambahan iuran pariwisata dalam komponen tiket akan membuat harga tiket menjadi lebih mahal bagi penumpang. Maskapai juga akan terkena dampak karena jumlah penumpang akan berkurang jika harga tiket dianggap mahal.
"Dengan demikian pengenaan iuran pariwisata pada tiket pesawat akan menjadi kontraproduktif, karena dapat menyebabkan harga tiket naik, jumlah penumpang turun dan kondisi bisnis maskapai penerbangan juga turun," ujar Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja melalui pernyataannya, Jumat (26/4/2024).
Baca Juga: Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty Tolak Rencana Pungutan Iuran Dana Pariwisata
Menurutnya, kebijakan itu justru kontraproduktif ditengah cita-cita Pemerintah memperluas konektivitas transportasi udara. Sebab, jumlah pelanggan terancam menurun dampak dari meningkatnya biaya transportasi.
Belum lagi menurutnya, penumpang pesawat terdiri dari berbagai macam keperluan, di antaranya untuk keperluan bisnis, acara keluarga atau pribadi, keperluan dinas, keperluan pendidikan, keperluan liburan atau berwisata dan lainnya. "Jadi pariwisata dan wisatawan hanya salah satu dari berbagai jenis penumpang pesawat," sambungnya.
Sehingga menurut Denon, tidak seharusnya iuran pariwisata yang sedang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ditambahkan dalam komponen harga tiket pesawat, karena akan menjadi beban tambahan bagi penumpang dan maskapai penerbangan.
Dengan tambahan iuran pariwisata dalam komponen tiket akan membuat harga tiket menjadi lebih mahal bagi penumpang. Maskapai juga akan terkena dampak karena jumlah penumpang akan berkurang jika harga tiket dianggap mahal.
Lihat Juga :