PD Pasar Bermartabat siap terapkan retribusi online
Jum'at, 20 Juli 2012 - 20:27 WIB
PD Pasar Bermartabat siap terapkan retribusi online
A
A
A
Sindonews.com - Manfaatkan teknologi, PD Pasar Bermartabat Kota Bandung berencana canangkan pembayaran retribusi secara online. Dengan cara itu, diharapkan bisa meminimalisir kebocoran terutama dalam hal pungutan retribusi pasar oleh petugas.
Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Rinal Siswadi Kusumah mengatakan, sistem penarikan retribusi online akan mulai diujicobakan pada bulan Agustus atau setelah Idul Fitri mendatang.
"Sistem penagihan online ini dengan cara si petugas pasar membawa alat seperti mesin EDC (elektronic debt card). Dengan alat itu, setelah transaksi pedagang akan mendapat struk pembayaran sebagai pengganti karcis,” jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (20/7/2012).
Menurutnya, alat itu pihaknya bisa secara langsung memantau dan mengecek berbagai transaksi. Bahkan, dengan cera seperti ini bisa menghemat hingga Rp350juta perbulan sebagai biaya pembuatan karcis.
"Bisa dipantau langsung oleh pimpinan, bahkan Walikota pun bisa melihatnya langsung berapa retribusi yang masuk perharinya," katanya.
Nantinya, lanjut dia, sistem ini melayani jasa harian, jasa ketertiban, dan jasa sampah yang biasanya dibayarkan oleh pedagan berkisar antara Rp3.000 hingga Rp3.500/lapak.
Jika para pedagang yang tersebar di 37 pasar tradisonal tertib dalam hal pembayaran. Pihaknya menargetkan akan terkumpul uang sebesar Rp1 miliar.
“Untuk percobaan akan diberlakukan di tiga pasar kelas satu yakni di Pasar Sederhana, Ujungberung dan Astana Anyar. Kemudian dua pasar lagi di kelas dua dan kelas tiga, masing-masing satu pasar," tukasnya.
Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Rinal Siswadi Kusumah mengatakan, sistem penarikan retribusi online akan mulai diujicobakan pada bulan Agustus atau setelah Idul Fitri mendatang.
"Sistem penagihan online ini dengan cara si petugas pasar membawa alat seperti mesin EDC (elektronic debt card). Dengan alat itu, setelah transaksi pedagang akan mendapat struk pembayaran sebagai pengganti karcis,” jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (20/7/2012).
Menurutnya, alat itu pihaknya bisa secara langsung memantau dan mengecek berbagai transaksi. Bahkan, dengan cera seperti ini bisa menghemat hingga Rp350juta perbulan sebagai biaya pembuatan karcis.
"Bisa dipantau langsung oleh pimpinan, bahkan Walikota pun bisa melihatnya langsung berapa retribusi yang masuk perharinya," katanya.
Nantinya, lanjut dia, sistem ini melayani jasa harian, jasa ketertiban, dan jasa sampah yang biasanya dibayarkan oleh pedagan berkisar antara Rp3.000 hingga Rp3.500/lapak.
Jika para pedagang yang tersebar di 37 pasar tradisonal tertib dalam hal pembayaran. Pihaknya menargetkan akan terkumpul uang sebesar Rp1 miliar.
“Untuk percobaan akan diberlakukan di tiga pasar kelas satu yakni di Pasar Sederhana, Ujungberung dan Astana Anyar. Kemudian dua pasar lagi di kelas dua dan kelas tiga, masing-masing satu pasar," tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :