Investor Korsel kuasai industri di Sukabumi
Selasa, 24 Juli 2012 - 15:29 WIB
Investor Korsel kuasai industri di Sukabumi
A
A
A
Sindonews.com – Sektor industri yang berkembang di Kabupaten Sukabumi saat ini hampir seluruhnya dikuasai para investor asal Korea Selatan (Korsel). Mereka cendrung menanamkan dananya pada industri tekstil, sandang dan kulit.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Aam Amar Halim menjelaskan, jumlah keseluruhan perusahaan milik asing yang berkembang sejak lima tahun terakhir mencapai 664 perusahaan. Dari jumlah tersebut sekitar 70 persen diantaranya milik pengusaha asal Koresl.
“Sekitar 70 persen dikuasai oleh investor Korea Selatan. Mereka menenamkan modalnya di bidang tekstil, sandang dan kulit. Jumlah perusahaan milik Korsel yang bergerak di bidang itu hampir mencapai 200 perusahaan,” ungkap Aam.
Tingginya minat investasi minat para asal Korsel tersebut lebih disebabkan faktor geografis Kabupaten Sukabumi yang berdekatan dengan ibukota Jakarta.
Sementara itu Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Sukabumi mencatat pada tahun 2011 silam nilai investasi yang terserap mencapai Rp7,2 Triliun dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di berbagai sektor.
Nilai investasi tersebut bukan hanya berasal dari 398 pelaku usaha membuka perindustrian saja, tapi juga investasi di sektor pertambangan.
"Dengan serapan investasi Rp7,2 triliun ini, jumlah tenaga yang terserap mencapai kurang lebi 16 ribu orang. Sementara lokasi yang paling banyak diminati investor adalah lima kecamatan, utamanya daerah yang memiliki kandungan alam atau pertambangan," ulas Kepala Bidang ekonomi BPPT Kabupaten Sukabumi, Asep Saeful Ramdhan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Aam Amar Halim menjelaskan, jumlah keseluruhan perusahaan milik asing yang berkembang sejak lima tahun terakhir mencapai 664 perusahaan. Dari jumlah tersebut sekitar 70 persen diantaranya milik pengusaha asal Koresl.
“Sekitar 70 persen dikuasai oleh investor Korea Selatan. Mereka menenamkan modalnya di bidang tekstil, sandang dan kulit. Jumlah perusahaan milik Korsel yang bergerak di bidang itu hampir mencapai 200 perusahaan,” ungkap Aam.
Tingginya minat investasi minat para asal Korsel tersebut lebih disebabkan faktor geografis Kabupaten Sukabumi yang berdekatan dengan ibukota Jakarta.
Sementara itu Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Sukabumi mencatat pada tahun 2011 silam nilai investasi yang terserap mencapai Rp7,2 Triliun dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di berbagai sektor.
Nilai investasi tersebut bukan hanya berasal dari 398 pelaku usaha membuka perindustrian saja, tapi juga investasi di sektor pertambangan.
"Dengan serapan investasi Rp7,2 triliun ini, jumlah tenaga yang terserap mencapai kurang lebi 16 ribu orang. Sementara lokasi yang paling banyak diminati investor adalah lima kecamatan, utamanya daerah yang memiliki kandungan alam atau pertambangan," ulas Kepala Bidang ekonomi BPPT Kabupaten Sukabumi, Asep Saeful Ramdhan.
(and)
Lihat Juga :