Peugeot lakukan penghematan hingga 1,5 miliar euro
Rabu, 25 Juli 2012 - 21:07 WIB
Peugeot lakukan penghematan hingga 1,5 miliar euro
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan produsen mobil asal Prancis, Peugeot menyatakan mereka menderita kerugian sebesar 819 juta euro untuk semester pertama dan memutuskan mengambil langkah penghematan sebesar 1,5 miliar euro.
Peugot mengatakan angka penjualan mereka dalam enam bulan terakhir turun sebanyak 5,1 persen. Penurunan penjualan tidak akan impas hingga tahun 2014 mendatang. Padahal, di tahun sebelumnya Peugeot untung 806 juta euro pada semester pertama.
Krisis keuangan di Eropa memaksa produsen mobil terbesar kedua di Eropa tersebut harus melakukan pemecatan 8.000 karyawan dan terpaksa menutup salah satu dari dua pabriknya yang beroperasi di Paris.
Kenyataan pahit penurunan angka penjualan Peugeot kontras dengan produsen mobil asal Jerman, Daimler. Meskipun angka penjualan mobil mereka menurun namun angka penjualan mereka masih sangat baik.
Sejauh ini kapasitas prosduksi Peugeot tidak total, hanya mencapai 76 persen dari kapasitas produksi yang ada, penurunan ini merupakan imbas krisis ekonomi Zona Eropa.
"Krisis ekonomi di Zona Eropa parah dan berlangsung dalam waktu yang lama telah mempengaruhi perkembangan bisnis Peugeot di Eropa dan kami sangat membutuhkan langkah reorganisasi," ungkap kepala eksekutif Peugeot Philippe Varin seperti dilansir dari BBC.co.uk, Rabu (25/7/2012).
Sementara itu, Presiden Prancis Francoise Hollande tidak bisa menerima langkah tersebut. Pemimpin Peugeot, Thierry Peugeot mengatakan kritik yang dilontarkan kepada Peugeot semakin membuat kepercayaan investor menurun.
Awal pekan ini, Varin telah bertemu dengan Perdana Menteri Prancis, keduanya melakukan pembicaraan tentang pemberian dana bantuan suntikan. Peugeot juga telah menandatangani kontrak kesepakatan untuk meproduksi van komersial dengan Toyota mulai tahun depan di pabrik Sevelnord di utara Prancis.
Peugot mengatakan angka penjualan mereka dalam enam bulan terakhir turun sebanyak 5,1 persen. Penurunan penjualan tidak akan impas hingga tahun 2014 mendatang. Padahal, di tahun sebelumnya Peugeot untung 806 juta euro pada semester pertama.
Krisis keuangan di Eropa memaksa produsen mobil terbesar kedua di Eropa tersebut harus melakukan pemecatan 8.000 karyawan dan terpaksa menutup salah satu dari dua pabriknya yang beroperasi di Paris.
Kenyataan pahit penurunan angka penjualan Peugeot kontras dengan produsen mobil asal Jerman, Daimler. Meskipun angka penjualan mobil mereka menurun namun angka penjualan mereka masih sangat baik.
Sejauh ini kapasitas prosduksi Peugeot tidak total, hanya mencapai 76 persen dari kapasitas produksi yang ada, penurunan ini merupakan imbas krisis ekonomi Zona Eropa.
"Krisis ekonomi di Zona Eropa parah dan berlangsung dalam waktu yang lama telah mempengaruhi perkembangan bisnis Peugeot di Eropa dan kami sangat membutuhkan langkah reorganisasi," ungkap kepala eksekutif Peugeot Philippe Varin seperti dilansir dari BBC.co.uk, Rabu (25/7/2012).
Sementara itu, Presiden Prancis Francoise Hollande tidak bisa menerima langkah tersebut. Pemimpin Peugeot, Thierry Peugeot mengatakan kritik yang dilontarkan kepada Peugeot semakin membuat kepercayaan investor menurun.
Awal pekan ini, Varin telah bertemu dengan Perdana Menteri Prancis, keduanya melakukan pembicaraan tentang pemberian dana bantuan suntikan. Peugeot juga telah menandatangani kontrak kesepakatan untuk meproduksi van komersial dengan Toyota mulai tahun depan di pabrik Sevelnord di utara Prancis.
(gpr)
Lihat Juga :