Pasar tentukan nasib mobil listrik

Kamis, 26 Juli 2012 - 09:01 WIB
Pasar tentukan nasib...
Pasar tentukan nasib mobil listrik
A A A
Sindonews.com – Pemerintah diminta mengamati pasar sebelum benar-benar memproduksi mobil listrik. Hal itu harus menjadi perhatian karena dikhawatirkan langkah pemerintah tidak mendapat respons masyarakat atau kurang mengenai sasaran.

Jika pemetaan pasar sudah jelas, baru dipikirkan masalah infrastruktur dan teknologi yang akan digunakan. Saran ini disampaikan pengamat industri automotif Suhari Sargo. Menurut dia, hasil akhir dari rencana pemerintah ini akan bergantung seberapa besar volume pasar, terutama dalam negeri.

”Misalnya, apakah masyarakat kita tertarik dengan mobil konsep city car atau mobil minibus sebagaimana yang direncanakan pemerintah,”ujarnya.

Untuk memproduksi mobil listrik sebanyak 10 ribu unit pada 2014 juga harus memperhatikan penguasaan komponen dari mobil listrik tersebut seperti baterai dan beberapa komponen utama lainnya. Seperti diketahui, hingga saat ini belum banyak negara yang mengembangkan mobil listrik sehingga komponennya pun masih terbatas. ”Tentu kita juga harus mempertimbangkan komponen mobil listrik ini dengan membangun industri komponennya misalnya baterai dan sebagainya,” kata Suhari.

Anggota Komisi VI DPR RI Ferrari Roemawi berharap pemerintah cermat sebelum mewujudkan program mobil listrik yang akan menjadi proyek mobil nasional pertama tersebut. Selain penguasaan teknologi dan persiapan infrastruktur pendukung terutama untuk pengisian baterai, faktor penting lain yang harus diperhatikan adalah berapa tingkat harga yang bisa diterima masyarakat, berapa skala ekonominya, dan bagaimana layanan purnajualnya. ”Saya tidak setuju kalau terburu- buru,kasihan BUMN-nya nanti malah rugi,”ucapnya.

Walaupun banyak perhitungan yang harus dilakukan pemerintah, Ferrari menilai program mobil listrik cukup baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebab hingga saat belum ada satu pun negara yang unggul dalam memproduksi mobil listrik. ”Saat ini sedang dalam tahap pengembangan. Masih ada kesempatan. Artinya kita tidak boleh tertinggal,” tandasnya. Sementara itu, pabrikan automotif belum melakukan reaksi apa pun terkait program mobil listrik tersebut.

Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia Jongkie D Sugiarto misalnya secara diplomatis menyatakan rencana pemerintah beralih ke mobil listrik tinggal menunggu hasil akhir. ”Kita akan mengamati kebijakan akhirnya seperti apa. Tentu kami juga akan laporkan ke kantor pusat di Korea dan akan mengambil keputusan pada saatnya,”katanya.

Pemerintah menegaskan keseriusannya menggarap mobil listrik sebagai mobil nasional, dan 2014 sudah bisa diproduksi 10.000 unit. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pemerintah berencana membangun Pusat Pengembangan Teknologi dan Industri Otomotif (PPTIO). Pemerintah juga segera mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) yang ditargetkan terbit sebelum 30 Agustus 2012.

Untuk insentifnya, Kemenkeu akan menyiapkan dua insentif yakni berupa pengenaan bea masuk nol persen bagi barang modal dan komponen mobil listrik serta tidak ada pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPn BM) untuk komponen. Namun,untuk mewujudkan insentif tersebut ternyata tidak semudah membalik tangan.Kemarin Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Agung Kuswandono menggariskan, kebijakan insentif untuk mobil listrik masih membutuhkan kajian mendalam.

Menurut dia, pemerintah bahkan masih mencari rumusan mengenai spesifikasi low cast and green car (LCGG) yang akan diberikan insentif. ”Ini masih dalam pembahasan. Istilah LCGC saja belum ditentukan, yang mana yang dikasih insentif. Sebatas CC-kah atau bentuknya,” kata Agung di Jakarta,kemarin.

Bukan Saingi Esemka

Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik kehadiran mobil bertenaga listrik. Menurutnya, pengembangan mobil jenis itu menjadi mobil nasional sejalan dengan pengembangan mobil Esemka. Dalam pandangannya, antara mobil listrik dan Esemka tidak harus diperbandingkan satu sama lain. ”Mobil Esemka menumbuhkan brand Indonesia dan prinsipal Indonesia. Segmentasi mobil Esemka dengan mobil listrik berbeda. Mobil Esemka berbahan bakar bensin. Kalau mobil listrik, lain lagi,”kata dia di Solo.

Sementara,Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menargetkan mobil Esemka lulus uji emisi sebelum HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang. Tim teknisi kini tengah menyempurnakan prototipe mobil Esemka guna persiapan uji emisi di Balai Termodinamika, Motor, dan Propulsi (BTMP).

Kini penyempurnaan performa terletak pada pengurangan bobot mobil. ”Harapannya lulus dalam waktu dekat ini sehingga langsung dilaunching tepat pada Hari Kemerdekaan, ”katanya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rencana Hadirkan Mobil...
Rencana Hadirkan Mobil Nasional Indonesia Perlu Dilakukan Bertahap, Pengamat: Jangan Langsung ke EV
Perusahaan Mobil China...
Perusahaan Mobil China Bantu Polandia Bikin Mobil Nasional
Mobil Nasional Vietnam...
Mobil Nasional Vietnam Bertingkah Lagi
Rapor Wuling Air ev...
Rapor Wuling Air ev Selama 3 Tahun Beredar di Indonesia
Mobil Nasional Vietnam...
Mobil Nasional Vietnam Akan Jual Dua Mobil Listrik ke Amerika Serikat
Prabowo Larang Mobil...
Prabowo Larang Mobil Impor, BAIC Siap Gandeng Pindad Produksi Mobil Nasional
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
8 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
9 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
13 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
14 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
15 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved