Indonesia tak boleh lengah

Kamis, 26 Juli 2012 - 09:42 WIB
Indonesia tak boleh...
Indonesia tak boleh lengah
A A A
Sindonews.com – Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengingatkan agar semua pihak tidak lengah dengan realisasi investasi yang mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Agus Martowardojo mengaku senang dengan realisasi investasi triwulan II/2012 yang mencapai Rp76,9 triliun dan akumulasi semester I tahun ini sebesar Rp148,1 triliun. Realisasi investasi tersebut sangat positif di tengah perekonomian dunia yang sedang memburuk. Dia mengatakan, investasi bukan satu-satunya faktor pendorong pertumbuhan. Menurut Agus, Indonesia tidak bisa menggantungkan investasi semata untuk mendongkrak pertumbuhan yang tinggi.

Agus Marto menjelaskan, penurunan harga komoditas, terutama yang menjadi andalan ekspor Indonesia,bisa saja memperlambat pertumbuhan. ”Kita lihat di dunia itu tidak saja kondisi ekonomi, tapi ada koreksi harga komoditas dan juga perlambatan pertumbuhan perdagangan dunia. Ini yang cukup mengkhawatirkan,” tutur Agus Marto di kantornya kemarin.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menegaskan, Indonesia masih harus bekerja keras untuk meningkatkan investasi. Terlebih, pemerintah menargetkan investasi sebagai sumber utama pertumbuhan pada 2013, di luar konsumsi domestik. ”Jadi,langkah-langkah meneruskan reform, melakukan reformasi struktural dan terus memperbaiki iklim ekonomi di Indonesia terus harus kita lakukan,”paparnya.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, realisasi investasi di triwulan II/2012 sebesar Rp76,9 triliun merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Realisasi itu naik 24 persen dibandingkan periode sama pada 2011.

Kepala BKPM Chatib Basri mengatakan, realisasi investasi pada triwulan II itu di luar sektor migas, perbankan, lembaga keuangan nonbank, asuransi, sewa guna usaha, dan industri rumah tangga.

Angka tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp20,8 triliun, atau naik 10,1 persen dibandingkan periode sama di tahun lalu. Sedangkan, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp56,1 triliun atau naik 30,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Dia menambahkan, realisasi investasi PMA lebih tinggi dibandingkan PMDN karena asing lebih mudah untuk mendapatkan akses pendanaan.

Dia menegaskan, pemerintah akan terus mencari solusi dan saling berkoordinasi.”Saya dan sejumlah menteri terkait seperti menteri perindustrian dan menteri perdagangan minggu lalu membicarakan kebijakan apa yang terbaik untuk mencapai target investasi tanpa terlalu menyakiti investor terkait isu-isu, seperti proteksionisme dan pajak ekspor,” kata Chatib dalam jumpa pers di Jakarta kemarin.

Chatib optimistis,tren investasi akan terus meningkat di triwulan III/2012. Realisasi investasi, kata dia, memiliki jenjang waktu 3–6 bulan dengan impor barang modal dan penanaman modal tetap bruto (PMTB). Impor barang modal yang tinggi, lanjutnya, mencerminkan PMTB dan realisasi investasi yang juga tinggi.

Namun, yang harus diantisipasi adalah realisasi investasi di triwulan IV/2012 dan awal tahun 2013, mengingat masih ada ketidakpastian kondisi perekonomian global. ”Kalau PMTB dan impor mesin masih tinggi, itu artinya investasinya jalan, karena sebagian besar adalah impor machinary,”ucapnya.

Menurut dia, realisasi investasi PMDN di triwulan II banyak didorong oleh sektor industri. Sedangkan berdasarkan lokasi proyek, realisasi investasi PMDN paling banyak dilakukan di Banten dengan nilai Rp3,6 triliun,Riau Rp3,5 triliun,Jawa Timur Rp3 triliun, DKI Jakarta Rp2,6 triliun, dan Kalimantan Timur Rp 0,9 triliun.

Sementara PMA, kata Chatib, paling banyak dilakukan di sektor pertambangan dengan nilai USD1 miliar,menyusul industri kimia dasar,barang kimia dan farmasi USD1,0 miliar, listrik, gas dan air USD0,6 miliar, industri makanan USD0,5 miliar,dan industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronika USD0,5 miliar. Sedangkan realisasi investasi selama enam bulan pertama di tahun 2012 mencapai Rp148,1 triliun, atau naik 28,1 persen dibandingkan periode sama 2011.

Angka itu terdiri dari realisasi investasi PMDN sebesar Rp40,5 triliun, atau naik 22,7 persen dibandingkan tahun lalu.Sedangkan,PMA naik 30,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi Rp107,6 triliun. PMA mulai beralih dari sektor perkebunan dan pertambangan ke sektor industri pengolahan. Alasannya,hasil dari investasi di sektor pertambangan dan perkebunan menurun setelah adanya penurunan harga komoditas di pasar global.

Berdasarkan negara investor, Singapura menempati posisi teratas dengan nilai investasi sebesar USD2 miliar, lalu menyusul Jepang USD1,1 miliar,Korea Selatan USD1 miliar,Amerika Serikat USD0,7 miliar, dan Australia USD0,6 miliar.

Terpisah, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, investasi di Tanah Air hingga akhir tahun ini dan awal tahun 2013 akan didominasi oleh industri nasional,terutama di sektor-sektor telekomunikasi, automotif, logam, dan pertambangan, serta mineral. ”Seharusnya kontribusi manufaktur terhadap total investasi bisa mencapai 50 persen, atau melebihi itu, ”katanya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
8 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
9 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
13 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
14 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
15 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved