Tak ada penambahan untuk dana bansos

Jum'at, 27 Juli 2012 - 16:55 WIB
Tak ada penambahan untuk...
Tak ada penambahan untuk dana bansos
A A A
Sindonews.com - Pemerintah mengaku keberatan jika ada penambahan dana Bantuan Sosial (bansos) pada APBN 2013. Pasalnya, pengeluaran negara untuk dana subsidi energi juga semakin bertambah dan sulit untuk dikurangi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Bambang Brojonegoro mengakui dana bansos merupakan subisidi yang tepat sasaran. Namun, tetap saja tidak bisa ditambah jika nilai subsidi energi juga besar. "tapi kalau kita mau perbesar subsidi targeted ya masalahnya kita tidak bisa, sudah subsidi besar di energi dan tambah lagi, ya nggak bisa," kata Bambang di kantornya, Jumat (27/7/2012)

Dirinya menuturkan, ruang fiskal saat ini semakin kecil dengan nilai subsidi yang besar. Sehingga, jika ingin ada peralihan ke subsidi tepat sasaran maka subsidi energi berkurang. Dia memastikan di APBN 2013 tidak akan ada penambahan dana bansos.

"Masih meneruskan bansos (nilai sebelumnya) yang mempunyai karakteristik tepat sasaran," jelasnya.

Dalam pengurangan subsidi energi, Bambang mengatakan, harusnya ada upaya yang lebih serius. "Apakah konversi energi, apakah membatasi BBM bersubsidi, dan kita juga ingin subsidi yang lebih tepat sasaran," lengkapnya.

Melihat besarnya subsidi sangat berkaitan dengan belanja negara yang sejauh ini dinilai tidak berkualitas. Untuk itu, menurutnya lebih selektif dalam pembelanjaan merupakan langkah yang tepat ke depannya.

"Ya kita kan maunya memperbaiki kualitas belanja, jadi kalau bisa ya jangan tumbuh lebih tinggi lagi," tandasnya.

Akan tetapi, lanjut Bambang, subsidi energi tidak hanya persoalan ekonomi namun disertai politik yang melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

"Mungkin sih mungkin tapi masalahnya selalu itu tidak hanya konteks kebijakan ekonomi tapi juga ada unsur politis juga. Tapi sangat mungkin dan itu lebih pasti, kita lebih bisa mengendalikan belanja, lebih bisa mengatur fiskal space kita," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
2 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
2 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
2 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
3 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
3 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved