Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci

Selasa, 09 Juni 2026 - 15:48 WIB
loading...
Akar Pelemahan Rupiah...
Mantan Menkeu, Chatib Basri menilai bahwa anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) tidak bisa hanya dilihat dari faktor fundamental ekspor-impor atau pertumbuhan ekonomi semata. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri menilai bahwa anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tidak bisa hanya dilihat dari faktor fundamental ekspor-impor atau pertumbuhan ekonomi semata. Melalui analisis data secara kausalitas, ia menemukan bahwa faktor persepsi pasar terhadap risiko keuangan negara atau kredibilitas fiskal memegang peranan yang jauh lebih dominan.

"Yang bisa menjelaskan pelemahan rupiah faktor yang paling besar itu adalah risiko dari fiskal, di mana sekitar 23 persen pelemahannya sebetulnya bisa dijelaskan oleh pergerakan Credit Default Swap (CDS)," ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan data tersebut, pelemahan rupiah rupanya sangat sensitif terhadap indikator CDS atau instrumen asuransi terhadap risiko gagal bayar utang, yang mencerminkan tingkat kepercayaan investor. Menariknya, memburuknya angka CDS Indonesia sudah mulai terlihat sejak Januari 2026, jauh sebelum ketegangan perang meningkat.

Baca Juga: Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat

Hal ini dipicu oleh keputusan Moody’s mengubah outlook ekonomi Indonesia menyusul kekhawatiran pasar terhadap defisit anggaran yang diprediksi mendekati angka tiga persen. Chatib menekankan, bahwa Indonesia tidak sedang berada di ambang resesi karena pertumbuhan ekonomi masih diproyeksikan stabil pada kisaran 4,5 hingga 5%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Rekomendasi
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Dasco Sebut RUU Perampasan...
Dasco Sebut RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan Tetap Dibahas pada Masa Reses
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved