Mobil Esemka antre uji formal
Minggu, 29 Juli 2012 - 11:40 WIB
Mobil Esemka antre uji formal
A
A
A
Sindonews.com –Esemka Rajawali 2 dan Esemka Bima, dua jenis mobil rakitan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) siap menjalani uji formal di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP), Tangerang.
PT Solo Manufakture Kreasi (Solman Kreasi) selaku pemegang merek mobil optimistis produk-produk otomotif itu lulus uji dan bisa diterima masyarakat. Setelah menjalani serangkaian penyempurnaan,tim mobil Esemka akhirnya menyatakan dua jenis mobil rakitan pelajar SMK itu memenuhi standar emisi euro 2. Esemka Bima dan Esemka Rajawali 2 kini siap menyusul mobil Esemka Rajawali 1 dalam menjalani uji emisi formal di BTMP.
Teknisi mobil Esemka dari PT Solman Kreasi Dwi Budi Martono mengatakan, Bima dan Rajawali 2 selesai disempurnakan secara mandiri di Nasional Motor, Malang. Pengujian di sana menunjukkan keduanya tak bermasalah dalam hal produksi gas buang. “Hasilnya positif, suport kategori euro 2.Prototipe Esemka Bima dan Rajawali 2 akan kami ajukan untuk uji formal di Tangerang (BTMP),” ujarnya kemarin. Sebagai informasi, Esemka Bima merupakan mobil jenis pikap (truk mini) rakitan pelajar SMK di Malang, Jawa Timur.
Adapun Esemka Rajawali 2 memiliki bobot lebih ringan jika dibandingkan pendahulunya. Esemka Rajawali 2 merupakan bentuk sempurna dari Rajawali 1 tipe SUV. Wujud keduanya berbeda seiring penggunaan materi penyusun bodi mobil yang juga berlainan. “Rajawali 1 sampai saat ini berbobot 1.660 kg. Sebelumnya sempat bobotnya di atas 1.800 kg lebih, sedangkan Rajawali 2 bertipe sama namun memiliki berat 1.270 kg,” ungkapnya.
Mobil Esemka SUV Rajawali 1 telah memenuhi syarat lulus uji trial. Uji emisi formal di BTMP diharapkan rampung sebelum 17 Agustus mendatang. Mengenai Esemka Bima dan Esemka Rajawali 2, Dwi Budi juga berharap uji di BTMP tak menyita waktu banyak. “Rajawali 1 sudah masuk kategori euro 2 dengan bobotnya 1.660 kg.Tinggal uji formalnya. Dengan demikian, Esemka Rajawali 2 berbobot 1.270 kg tentu tak perlu diragukan lagi. Harapannya,Bima dan Rajawali 2 mendapat jadwal (uji formal) bersamaan sehingga menyingkat waktu,”katanya.
Direktur Pelayanan dan Pengembangan Solo Technopark (STP) Gampang Sarwono menerangkan, mobil Esemka Rajawali 1 kemungkinan dijadwal uji emisi formal pekan awal Agustus 2012. Proses penyempurnaan performa mobil di bidang pengurangan bobot mendekati 100 persen. Meski begitu,jadwal uji emisi formal terhitung mundur dari rencana awal. “Seharusnya pekan lalu. Perbaikan kecil ternyata memakan waktu juga. Meski demikian, tetap on schedule. Kita optimistis saat peringatan hari kemerdekaan bisa diluncurkan,” ujarnya.
Mobil Esemka Rajawali apabila dinyatakan lulus uji emisi, mobil tersebut akan mengantongi Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan. Sertifikat inilah yang dibutuhkanPTSolmanKreasiselaku pemegang merek mobil Esemka untuk mengurus surat tanda nomorkendaraan(STNK). “Kita cuma kurang SUT ini saja, setelah surat ini keluar, STNK keluar. Jadi cuma tinggal uji emisi,” ucap Gampang Sarwono .
Wakil WaliKotaSoloFXHadi Rudyatmo berharap tim Esemka segera menyelesaikan rework body mobilEsemkaRajawali, sehingga mobil Esemka yang tersemat sertifikat kelayakan darat dapat di-launching pada 17 Agustus 2012.“Kita tetap pada target launching pada 17 Agustus 2012 nanti.Tepat saat peringatan Kemerdekaan RI,”katanya.
PT Solo Manufakture Kreasi (Solman Kreasi) selaku pemegang merek mobil optimistis produk-produk otomotif itu lulus uji dan bisa diterima masyarakat. Setelah menjalani serangkaian penyempurnaan,tim mobil Esemka akhirnya menyatakan dua jenis mobil rakitan pelajar SMK itu memenuhi standar emisi euro 2. Esemka Bima dan Esemka Rajawali 2 kini siap menyusul mobil Esemka Rajawali 1 dalam menjalani uji emisi formal di BTMP.
Teknisi mobil Esemka dari PT Solman Kreasi Dwi Budi Martono mengatakan, Bima dan Rajawali 2 selesai disempurnakan secara mandiri di Nasional Motor, Malang. Pengujian di sana menunjukkan keduanya tak bermasalah dalam hal produksi gas buang. “Hasilnya positif, suport kategori euro 2.Prototipe Esemka Bima dan Rajawali 2 akan kami ajukan untuk uji formal di Tangerang (BTMP),” ujarnya kemarin. Sebagai informasi, Esemka Bima merupakan mobil jenis pikap (truk mini) rakitan pelajar SMK di Malang, Jawa Timur.
Adapun Esemka Rajawali 2 memiliki bobot lebih ringan jika dibandingkan pendahulunya. Esemka Rajawali 2 merupakan bentuk sempurna dari Rajawali 1 tipe SUV. Wujud keduanya berbeda seiring penggunaan materi penyusun bodi mobil yang juga berlainan. “Rajawali 1 sampai saat ini berbobot 1.660 kg. Sebelumnya sempat bobotnya di atas 1.800 kg lebih, sedangkan Rajawali 2 bertipe sama namun memiliki berat 1.270 kg,” ungkapnya.
Mobil Esemka SUV Rajawali 1 telah memenuhi syarat lulus uji trial. Uji emisi formal di BTMP diharapkan rampung sebelum 17 Agustus mendatang. Mengenai Esemka Bima dan Esemka Rajawali 2, Dwi Budi juga berharap uji di BTMP tak menyita waktu banyak. “Rajawali 1 sudah masuk kategori euro 2 dengan bobotnya 1.660 kg.Tinggal uji formalnya. Dengan demikian, Esemka Rajawali 2 berbobot 1.270 kg tentu tak perlu diragukan lagi. Harapannya,Bima dan Rajawali 2 mendapat jadwal (uji formal) bersamaan sehingga menyingkat waktu,”katanya.
Direktur Pelayanan dan Pengembangan Solo Technopark (STP) Gampang Sarwono menerangkan, mobil Esemka Rajawali 1 kemungkinan dijadwal uji emisi formal pekan awal Agustus 2012. Proses penyempurnaan performa mobil di bidang pengurangan bobot mendekati 100 persen. Meski begitu,jadwal uji emisi formal terhitung mundur dari rencana awal. “Seharusnya pekan lalu. Perbaikan kecil ternyata memakan waktu juga. Meski demikian, tetap on schedule. Kita optimistis saat peringatan hari kemerdekaan bisa diluncurkan,” ujarnya.
Mobil Esemka Rajawali apabila dinyatakan lulus uji emisi, mobil tersebut akan mengantongi Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan. Sertifikat inilah yang dibutuhkanPTSolmanKreasiselaku pemegang merek mobil Esemka untuk mengurus surat tanda nomorkendaraan(STNK). “Kita cuma kurang SUT ini saja, setelah surat ini keluar, STNK keluar. Jadi cuma tinggal uji emisi,” ucap Gampang Sarwono .
Wakil WaliKotaSoloFXHadi Rudyatmo berharap tim Esemka segera menyelesaikan rework body mobilEsemkaRajawali, sehingga mobil Esemka yang tersemat sertifikat kelayakan darat dapat di-launching pada 17 Agustus 2012.“Kita tetap pada target launching pada 17 Agustus 2012 nanti.Tepat saat peringatan Kemerdekaan RI,”katanya.
(and)
Lihat Juga :