TOWR beli 200 menara senilai Rp376 M
Senin, 30 Juli 2012 - 07:50 WIB
TOWR beli 200 menara senilai Rp376 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membeli 200 menara senilai Rp376 miliar. Hal ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), pada 25 Juli 2012.
Corporate Secretary TOWR Arif Pradana Protelindo mengatakan, rencananya menara itu dibeli dari PT Central Investindo (CI) dan PT Mitra Karya Propertindo (MKP). Pihaknya juga telah melakukan perjanjian pembelian aset atau asset purchase agreement yang ditandatangani pada 25 Juli 2012 lalu.
“Kami yakin aksi korporasi yang dilakukan perseroan semakin memperkuat posisi pasar kami sebagai penyedia dan operator menara telekomunikasi independen terbesar di Indonesia,” ujarnya dalam keterbukaan informasi akhir pekan lalu.
Protelindo, CI, dan MKP mengharapkan untuk dapat menyelesaikan pembelian dan pengalihan keseluruhan lokasi menara pada 31 Oktober 2012.
Tetapi, waktu pembelian lokasi menara tersebut dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
Managing Researchers PT Indosurya Asset Management Reza Priambada mengatakan, perkembangan bisnis penyediaan menara bisa terlihat dari bisnis telekomunikasi. Hal ini tak lepas dari telekomunikasi itu.
“Jika telekomunikasi bagus, maka pemintaan akan menara juga banyak,” ujar Reza saat dihubungi SINDO di Jakarta, Minggu 29 Juli 2012.
Corporate Secretary TOWR Arif Pradana Protelindo mengatakan, rencananya menara itu dibeli dari PT Central Investindo (CI) dan PT Mitra Karya Propertindo (MKP). Pihaknya juga telah melakukan perjanjian pembelian aset atau asset purchase agreement yang ditandatangani pada 25 Juli 2012 lalu.
“Kami yakin aksi korporasi yang dilakukan perseroan semakin memperkuat posisi pasar kami sebagai penyedia dan operator menara telekomunikasi independen terbesar di Indonesia,” ujarnya dalam keterbukaan informasi akhir pekan lalu.
Protelindo, CI, dan MKP mengharapkan untuk dapat menyelesaikan pembelian dan pengalihan keseluruhan lokasi menara pada 31 Oktober 2012.
Tetapi, waktu pembelian lokasi menara tersebut dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
Managing Researchers PT Indosurya Asset Management Reza Priambada mengatakan, perkembangan bisnis penyediaan menara bisa terlihat dari bisnis telekomunikasi. Hal ini tak lepas dari telekomunikasi itu.
“Jika telekomunikasi bagus, maka pemintaan akan menara juga banyak,” ujar Reza saat dihubungi SINDO di Jakarta, Minggu 29 Juli 2012.
(gpr)
Lihat Juga :