Pantau harga di Pasar Kosambi, Mendag: Aman!
Selasa, 07 Agustus 2012 - 11:16 WIB
Pantau harga di Pasar Kosambi, Mendag: Aman!
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan melakukan pemantauan harga di Pasar Kosambi, Jalan A Yani, Bandung. Gita yang didampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, tampak puas dengan hasil sidak tersebut. Pemantauan harga terkait Ramadan dan jelang lebaran itu dimulai sekira pukul 06.00 WIB.
“Aman, di Pasar Kosambi sudah lama enggak ke sini, didampingi oleh pak Gubernur. Pemantauan harga mengindikasikan sangat stabil,” kata Gita, usai melakukan pemantauan harga yang selesai sekira pukul 07.30 WIB, Selasa (7/8/2012).
Gita menuturkan, beberapa kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) bahkan ada yang mengalami penurunan. Misalnya ayam, yang biasa dijual Rp32-33 ribu turun menjadi Rp27 ribu, telur ayam dari Rp21 ribu turun menjadi Rp16- 17 ribu. “Bahkan di Jakarta ada yang jualan Rp13-15 ribu/kilogram,” ungkapnya.
Begitu juga dengan daging sapi yang dinilainya masih stabil. Meskipun daging sapi memang sudah mengalami kenaikan di bulan lalu yakni menjadi Rp85 ribu perkilogramnya. Khusus untuk daging ini, Gita yakin bisa terus stabil karena ketersediaan pasokannya sudah dijaga.
“Untuk sapi selama ini lumbayan terjamin. Tapi kita engga tahu nanti menjelang lebaran bagaimana. Kita masih ada keharusan impor dari luar tapi kuotanya sudah diturunkan. Ke depannya kita akan pantau terus,” katanya, namun Gita tidak tahu angka impor yang sudah berjalan karena itu ada di Menteri Pertanian.
Gita juga meninjau harga beras yang juga dinilainya aman. Menurutnya, cadangan beras nasional yang ada di Badan Urusan Logistik (Bulog) kurang lebih 2,6 juta ton. “Jadinya sangat aman,” ucapnya. Sedangkan trend harga beras di Pasar Kosambi sendiri justru stabil, beberapa jenis beras malah menurun. Kisarannya pandan wangi Rp9.500 sampai Rp10 ribu (perkilogram), kalau yang lainnya itu Rp7.000 sampai Rp7.300.
Untuk itu, dia merasa yakin jiga jelang lebaran harga kepokmas tidak akan mengalami kenaikan berarti. Terlebih hampir dua minggu Lebaran pasokan kepokmas sangat terjamin. “Saya rasa tidak akan terjadi kenaikan dengan catatan pasoknya masih banyak sekali,” ujarnya.
Memang ada beberapa komoditas yang penentuan harganya sangat terpengaruh oleh harga dunia. Misalanya kedelai yang disebebakan anomali cuaca di beberapa negara tempat Indonesia mengimpor kedelai. “Kita akan sangat terpengaruh oleh fluktuasi harga dunia. Tapi selain itu saya rasa akan bisa terjamin stabilitas harga,” pungkasnya.
Gita juga mengimbau, supaya masyarakat tidak melakukan konsumsi yang berlebihan saat jelang lebaran ini. “Nah ini tinggal di mata rantainya saja kalau ada yang mau sedikit aji mumpung ya harus dalam batas wajar,” imbaunya.
“Aman, di Pasar Kosambi sudah lama enggak ke sini, didampingi oleh pak Gubernur. Pemantauan harga mengindikasikan sangat stabil,” kata Gita, usai melakukan pemantauan harga yang selesai sekira pukul 07.30 WIB, Selasa (7/8/2012).
Gita menuturkan, beberapa kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) bahkan ada yang mengalami penurunan. Misalnya ayam, yang biasa dijual Rp32-33 ribu turun menjadi Rp27 ribu, telur ayam dari Rp21 ribu turun menjadi Rp16- 17 ribu. “Bahkan di Jakarta ada yang jualan Rp13-15 ribu/kilogram,” ungkapnya.
Begitu juga dengan daging sapi yang dinilainya masih stabil. Meskipun daging sapi memang sudah mengalami kenaikan di bulan lalu yakni menjadi Rp85 ribu perkilogramnya. Khusus untuk daging ini, Gita yakin bisa terus stabil karena ketersediaan pasokannya sudah dijaga.
“Untuk sapi selama ini lumbayan terjamin. Tapi kita engga tahu nanti menjelang lebaran bagaimana. Kita masih ada keharusan impor dari luar tapi kuotanya sudah diturunkan. Ke depannya kita akan pantau terus,” katanya, namun Gita tidak tahu angka impor yang sudah berjalan karena itu ada di Menteri Pertanian.
Gita juga meninjau harga beras yang juga dinilainya aman. Menurutnya, cadangan beras nasional yang ada di Badan Urusan Logistik (Bulog) kurang lebih 2,6 juta ton. “Jadinya sangat aman,” ucapnya. Sedangkan trend harga beras di Pasar Kosambi sendiri justru stabil, beberapa jenis beras malah menurun. Kisarannya pandan wangi Rp9.500 sampai Rp10 ribu (perkilogram), kalau yang lainnya itu Rp7.000 sampai Rp7.300.
Untuk itu, dia merasa yakin jiga jelang lebaran harga kepokmas tidak akan mengalami kenaikan berarti. Terlebih hampir dua minggu Lebaran pasokan kepokmas sangat terjamin. “Saya rasa tidak akan terjadi kenaikan dengan catatan pasoknya masih banyak sekali,” ujarnya.
Memang ada beberapa komoditas yang penentuan harganya sangat terpengaruh oleh harga dunia. Misalanya kedelai yang disebebakan anomali cuaca di beberapa negara tempat Indonesia mengimpor kedelai. “Kita akan sangat terpengaruh oleh fluktuasi harga dunia. Tapi selain itu saya rasa akan bisa terjamin stabilitas harga,” pungkasnya.
Gita juga mengimbau, supaya masyarakat tidak melakukan konsumsi yang berlebihan saat jelang lebaran ini. “Nah ini tinggal di mata rantainya saja kalau ada yang mau sedikit aji mumpung ya harus dalam batas wajar,” imbaunya.
(and)
Lihat Juga :