Kuartal II, perekonomian Italia terkontraksi 0,7%
Rabu, 08 Agustus 2012 - 09:06 WIB
Kuartal II, perekonomian Italia terkontraksi 0,7%
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah langkah penghematan yang dilakukan Pemerintah Italia ternyata belum mampu mengangkat perekonomian negara itu dari jurang resesi.
Kemarin Badan Statistik Nasional Italia (ISTAT) menyatakan, produk domestik bruto (PDB) Negeri Piza pada kuartal II/2012 kembali terkontraksi 0,7 persen. Ini adalah penurunan ekonomi lanjutan setelah pada kuartal sebelumnya juga minus 0,8 persen akibat beratnya beban krisis utang. Laporan pendahuluan yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Italia masih belum stabil karena penurunnya PDB periode April–Juni 2012 mencapai 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendati negatif, AFP memberikancatatanbahwakontraksi PDB pada kuartal II/2012 sudah mulai moderat dibanding tahun sebelumnya.Hal ini menunjukkan upaya Pemerintah Italia dalam meyakinkan investor sedikit membuahkan hasil. Sebelumnya Pemerintah Italia memperkirakan kontraksi perekonomian bakal mencapai 1,2 persen sepanjang tahun ini, sementara Bank Sentral Italia memprediksi kontraksi bisa menyentuh angka 2 persen.Sedangkan asosiasi bisnis Italia Confindustria meramalkan kontrasi lebih besar yakni di kisaran 2,4 persen.
Laporan PDB kuartalan Italia semakin melengkapi data negatif dari negara-negara yang saat ini dianggap pusaran baru krisis utang Eropa. Sebelumnya Spanyol juga melaporkan bahwa PDB kuartal II/2012 terkontraksi 0,4 persen, mengikuti penurunan di kuartal sebelumnya yang PDB-nya juga minus 0,3 persen. Ekonom MPS Capital Services Vincenzo Bova mengatakan, kebijakan penghematan jelas-jelas membebani perekonomian Italia terutama yang paling tertekan adalah sektor investasi dan konsumsi.
Data yang dirilis ISTAT kemarin juga lebih buruk dibanding polling Reuters di mana para analis memperkirakan penurunan hanya 0,6 persen. ”Tidak ada sinyal perubahan yang akan terjadi dari tren pelemahan di Italia,” kata analis Intesa Sanpaolo Annamaria Grimaldi. Sementara, Komisi Eropa menyatakan akan menyampaikan rencana pembentukan serikat perbankan– yang merupakan upaya mengatasi krisis utang zona euro–pada 11 September mendatang. “Pembentukan entitas baru dalam pengaturan kebijakan perbankan di zona euro itu merupakan kelanjutan dari keputusan pertemuan Uni Eropa pada akhir Juni lalu,” ujar seorang sumber Komisi Eropa dikutip AFP kemarin.
Seperti diketahui,pada pertemuan tersebut Uni Eropa menyerukan perlunya sebuah lembaga untuk mengawasi perbankan di blok mata uang tunggal tersebut. Hal ini dipicu karena masifnya jumlah dana talangan untuk industri perbankan yang dananya diambil dari para pembayar pajak.
Kemarin Badan Statistik Nasional Italia (ISTAT) menyatakan, produk domestik bruto (PDB) Negeri Piza pada kuartal II/2012 kembali terkontraksi 0,7 persen. Ini adalah penurunan ekonomi lanjutan setelah pada kuartal sebelumnya juga minus 0,8 persen akibat beratnya beban krisis utang. Laporan pendahuluan yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Italia masih belum stabil karena penurunnya PDB periode April–Juni 2012 mencapai 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendati negatif, AFP memberikancatatanbahwakontraksi PDB pada kuartal II/2012 sudah mulai moderat dibanding tahun sebelumnya.Hal ini menunjukkan upaya Pemerintah Italia dalam meyakinkan investor sedikit membuahkan hasil. Sebelumnya Pemerintah Italia memperkirakan kontraksi perekonomian bakal mencapai 1,2 persen sepanjang tahun ini, sementara Bank Sentral Italia memprediksi kontraksi bisa menyentuh angka 2 persen.Sedangkan asosiasi bisnis Italia Confindustria meramalkan kontrasi lebih besar yakni di kisaran 2,4 persen.
Laporan PDB kuartalan Italia semakin melengkapi data negatif dari negara-negara yang saat ini dianggap pusaran baru krisis utang Eropa. Sebelumnya Spanyol juga melaporkan bahwa PDB kuartal II/2012 terkontraksi 0,4 persen, mengikuti penurunan di kuartal sebelumnya yang PDB-nya juga minus 0,3 persen. Ekonom MPS Capital Services Vincenzo Bova mengatakan, kebijakan penghematan jelas-jelas membebani perekonomian Italia terutama yang paling tertekan adalah sektor investasi dan konsumsi.
Data yang dirilis ISTAT kemarin juga lebih buruk dibanding polling Reuters di mana para analis memperkirakan penurunan hanya 0,6 persen. ”Tidak ada sinyal perubahan yang akan terjadi dari tren pelemahan di Italia,” kata analis Intesa Sanpaolo Annamaria Grimaldi. Sementara, Komisi Eropa menyatakan akan menyampaikan rencana pembentukan serikat perbankan– yang merupakan upaya mengatasi krisis utang zona euro–pada 11 September mendatang. “Pembentukan entitas baru dalam pengaturan kebijakan perbankan di zona euro itu merupakan kelanjutan dari keputusan pertemuan Uni Eropa pada akhir Juni lalu,” ujar seorang sumber Komisi Eropa dikutip AFP kemarin.
Seperti diketahui,pada pertemuan tersebut Uni Eropa menyerukan perlunya sebuah lembaga untuk mengawasi perbankan di blok mata uang tunggal tersebut. Hal ini dipicu karena masifnya jumlah dana talangan untuk industri perbankan yang dananya diambil dari para pembayar pajak.
(and)
Lihat Juga :