13 SKPD Trenggalek tak patuhi kebijakan BBM

Rabu, 08 Agustus 2012 - 22:03 WIB
13 SKPD Trenggalek tak...
13 SKPD Trenggalek tak patuhi kebijakan BBM
A A A
Sindonews.com - Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), tidak menaati kebijakan pemerintah pusat soal penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi yang ditandai stiket nonsubsidi.

Dari 30 SKPD di lingkungan Kabupaten Trenggalek, 13 di antaranya belum memasang stiker BBM nonsubsidi pada kendaraan dinas.

Kepala Dinas Koperasi Industri Perdagangan Pertambangan dan Energi Kabupaten Trenggalek I Gede Siama mengatakan, hingga saat ini masih 17 SKPD yang sudah mematuhi petunjuk sosialisasi tersebut.

"Sementara surat pemberitahuan untuk pengambilan stiker itu sudah kami lakukan sejak Senin (6 Agustus 2012) lalu," katanya kepada wartawan, di Trenggalek, Jatim, Rabu (8/8/2012).

Dia menambahkan, ada 300 stiker yang disediakan. Secara teknis, stiker yang berfungsi untuk memudahkan petugas SPBU dalam melayani pembelian BBM dilekatkan pada bagian depan dan belakang.

Walau demikian, dirinya tidak mengetahui apa yang membuat para SKPD itu enggan menggunakan stiker berwarna orange itu. Dia menambahkan, pihaknya akan menunggu pengambilan stiker BBM nonsubsidi itu berlangsung selama tujuh hari. "Kita masih menunggu sampai jatuh tempo," ujarnya.

Jika memang semua SKPD yang bersangkutan tidak juga mengambil, maka dia akan mendatangi seluruh dinas terkait. "Kita akan bagikan kepada dinas yang belum mengambil," tegasnya.

Jumlah kendaraan dinas roda empat di lingkungan Pemkab Trenggalek diperkirakan mencapai 200 unit.

Sesuai ketentuan Pergub No 50/2012, yang berkewajiban menggunakan BBM nonsubdisi hanya kendaraan dinas roda empat. "Sesuai aturan yang berlaku roda dua tidak termasuk dalam aturan hukum ini," katanya.

Salah seorang, warga Trenggalek mengaku menyesali sikap para SKPD yang tidak mematuhi kebijakan pemerintah itu sehingga merugikan masyarakat.

"Karena ini aturan, maka harus diberlakukan secara tegas. Sebab, dalam hal ini masyarakat yang dirugikan jika masih ada mobil dinas yang menggunakan premium," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Diminta Gulirkan...
Pemerintah Diminta Gulirkan Gerakan Hemat BBM
Rahasia Hemat Energi...
Rahasia Hemat Energi Ternyata Ada di Dapur! Ini Cara Masak yang Efisien
Perhatikan, Ini 5 Cara...
Perhatikan, Ini 5 Cara Biar Mobil Hemat Bahan Bakar
Harga BBM Naik, Begini...
Harga BBM Naik, Begini 10 Tips Menghemat BBM pada Mobil
Inilah Tips Hemat BBM...
Inilah Tips Hemat BBM Ketika Terjebak Macet Mudik Lebaran 2022
Dukung Imbauan Prabowo...
Dukung Imbauan Prabowo Subianto untuk Hemat BBM, Guru Besar Unand:  Konsumsi Sewajarnya Saja
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
7 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
8 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
8 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
8 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
8 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
9 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved