Masih bisa menguat, IHSG juga rawan profit taking
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 07:49 WIB
Masih bisa menguat, IHSG juga rawan profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan lanjutan, seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan.
Namun, posisi ini masih dianggap rawan profit taking bila tidak didukung oleh sentimen positif yang cukup kuat untuk mempertahankan IHSG di zona hijau.
"Pelaku pasar pun juga harus waspada bila sinyal pembalikan arah mulai datang,"kata kata Indosurya Asset Management Reza Priyambada kepada Sindonews, Jumat (10/9/2012).
Pergerakan indeks hari ini akan berada pada level support 4.089-4.106 dan resistance 4.146-4.161. Dimana
IHSG terlihat membentuk pola menyerupai white marubozu dimana sebelumnya membentuk pola inverted hammer.
"Posisi candle masih sedikit di atas middle bollinger bands. MACD bergerak datar dengan histogram positif yang sedikit memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba bergerak menembus area overbought," jelasnya.
Disamping itu, Reza menambahkan pengaruh Eropa dan Amerika Serikat menjadi tumpuan bagi bursa saham Asia maupun IHSG. Beberapa data, seperti pengumuman Initial Jobless Claims di bursa AS yang akan keluar diharapkan sesuai perkiraan agar menjadi sentimen positif.
"bila data tersebut menghasilkan angka yang di bawah perkiraan maka akan melemah dan ini akan menjadi sentimen negatif bagi bursa saham Asia maupun IHSG," lanjutnya.
Sementara itu saham yang cukup diperhatikan saat ini adalah SMGR, CPIN, ICBP, ROTI, GGRM, UNVR, CTRS, ADHI, PGAS, JSMR, EXCL, & RALS.
Namun, posisi ini masih dianggap rawan profit taking bila tidak didukung oleh sentimen positif yang cukup kuat untuk mempertahankan IHSG di zona hijau.
"Pelaku pasar pun juga harus waspada bila sinyal pembalikan arah mulai datang,"kata kata Indosurya Asset Management Reza Priyambada kepada Sindonews, Jumat (10/9/2012).
Pergerakan indeks hari ini akan berada pada level support 4.089-4.106 dan resistance 4.146-4.161. Dimana
IHSG terlihat membentuk pola menyerupai white marubozu dimana sebelumnya membentuk pola inverted hammer.
"Posisi candle masih sedikit di atas middle bollinger bands. MACD bergerak datar dengan histogram positif yang sedikit memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba bergerak menembus area overbought," jelasnya.
Disamping itu, Reza menambahkan pengaruh Eropa dan Amerika Serikat menjadi tumpuan bagi bursa saham Asia maupun IHSG. Beberapa data, seperti pengumuman Initial Jobless Claims di bursa AS yang akan keluar diharapkan sesuai perkiraan agar menjadi sentimen positif.
"bila data tersebut menghasilkan angka yang di bawah perkiraan maka akan melemah dan ini akan menjadi sentimen negatif bagi bursa saham Asia maupun IHSG," lanjutnya.
Sementara itu saham yang cukup diperhatikan saat ini adalah SMGR, CPIN, ICBP, ROTI, GGRM, UNVR, CTRS, ADHI, PGAS, JSMR, EXCL, & RALS.
(and)
Lihat Juga :