Kinerja ekspor picu turunnya neraca pembayaran
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 15:59 WIB
Kinerja ekspor picu turunnya neraca pembayaran
A
A
A
Sindonews.com - Turunnya kinerja ekspor mengakibatkan defisitnya neraca berjalan, yang posisinya saat ini telah menyentuh angka 3,1 persen. Kondisi tersebut juga berakibat Neraca Pembayaran Indonesia pada kuartal II 2012 turut mengalami defisit.
Kendati demikian Gubenur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan optimismenya dimana neraca transaksi berjalan akan kembali membaik pada kuartal III dan IV mendatang.
"Kuartal dua ini agak spesifik dimana impor masih tinggi pertumbuhannya, ekspornya sudah negatif," terang Darmin saat dijumpai wartawan usai menghadiri rapat koordinasi antara menteri-menteri bidang perekonomian dengan Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, Jumat, (10/8/2012).
Darmin menuturkan, defisitnya transaksi berjalan memang tervisualisasi dalam kondisi yang ceberung meningkat pada triwulan II 2012. Kendati demikian, Darmin memperkirakan akan berkurang pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2012.
"Angka 3,1 persen itu defisit transaksi berjalan. Kalau dilihat transaksi modal dan finansial, itu masih surplus dia. Tapi tidak sampai sebesar defisit transaksi berjalan. Sehingga sebagai hasilnya NPI (Neraca Pembayaran Indonesia) sedikit defisit. Tapi tidak sampai 3,1 persen seperti transaksi berjalan itu," terang Darmin.
Dari sisi transaksi modal dan finansial, Darmin memandang, kondisi tersebut akan mengalami kenaikan surplus yang signifikan. "Di antaranya dalam bentuk investasi asing langsung (PMA), investasi portofolio asing, maupun penarikan utang luar negeri sektor swasta," imbuhnya.
Kendati demikian Gubenur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan optimismenya dimana neraca transaksi berjalan akan kembali membaik pada kuartal III dan IV mendatang.
"Kuartal dua ini agak spesifik dimana impor masih tinggi pertumbuhannya, ekspornya sudah negatif," terang Darmin saat dijumpai wartawan usai menghadiri rapat koordinasi antara menteri-menteri bidang perekonomian dengan Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, Jumat, (10/8/2012).
Darmin menuturkan, defisitnya transaksi berjalan memang tervisualisasi dalam kondisi yang ceberung meningkat pada triwulan II 2012. Kendati demikian, Darmin memperkirakan akan berkurang pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2012.
"Angka 3,1 persen itu defisit transaksi berjalan. Kalau dilihat transaksi modal dan finansial, itu masih surplus dia. Tapi tidak sampai sebesar defisit transaksi berjalan. Sehingga sebagai hasilnya NPI (Neraca Pembayaran Indonesia) sedikit defisit. Tapi tidak sampai 3,1 persen seperti transaksi berjalan itu," terang Darmin.
Dari sisi transaksi modal dan finansial, Darmin memandang, kondisi tersebut akan mengalami kenaikan surplus yang signifikan. "Di antaranya dalam bentuk investasi asing langsung (PMA), investasi portofolio asing, maupun penarikan utang luar negeri sektor swasta," imbuhnya.
(gpr)
Lihat Juga :