KSEI catat peningkatan total asset
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 20:41 WIB
KSEI catat peningkatan total asset
A
A
A
Sindonews.com - PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KSEI) mencatat peningkatan total asset sebesar Rp2.542,89 triliun pada periode yang sama tahun 2012 dibandingkan sebelumnya pada tahun 2011 sebesar Rp2.401,36 triliun.
"Peningkatan itu terjadi sebesar 5,89 persen," kata Direktur Utama KSEI Ananta Wiyogo saat menyelenggarakan konferensi pers tengah tahun di galeri BEI bersama Bapepam-LK, Jumat (10/8/2012).
Dia menambahkan, peningkataan jumlah Sub Rekening efek yang tersimpan di KSEI sebanyak 352.077 dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebanyak 346.864 atau meningkat 1,5 persen. Seiring dengan itu, peningkatan juga terjadi pada jumlah Single Investor Identification (SID).
"Sejak akhir januari 2012 sebelum implementasi SID sebanyak 248.151 menjadi 274.956 pada 31 Juli 2012," tambahnya.
Sedangkan untuk agenda utama KSEI di tahun 2012, dia menyatakan masih berkaitan dengan implementasi SID, kartu akses dan pemisahan Rekening Dana Nasabah.
"Implementasi ketiga proyek tersebut saling berkaitan dan bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kenyamanan investor dalam bertransaksi di pasar modal," pungkasnya.
"Peningkatan itu terjadi sebesar 5,89 persen," kata Direktur Utama KSEI Ananta Wiyogo saat menyelenggarakan konferensi pers tengah tahun di galeri BEI bersama Bapepam-LK, Jumat (10/8/2012).
Dia menambahkan, peningkataan jumlah Sub Rekening efek yang tersimpan di KSEI sebanyak 352.077 dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebanyak 346.864 atau meningkat 1,5 persen. Seiring dengan itu, peningkatan juga terjadi pada jumlah Single Investor Identification (SID).
"Sejak akhir januari 2012 sebelum implementasi SID sebanyak 248.151 menjadi 274.956 pada 31 Juli 2012," tambahnya.
Sedangkan untuk agenda utama KSEI di tahun 2012, dia menyatakan masih berkaitan dengan implementasi SID, kartu akses dan pemisahan Rekening Dana Nasabah.
"Implementasi ketiga proyek tersebut saling berkaitan dan bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kenyamanan investor dalam bertransaksi di pasar modal," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :