Bank Mandiri jaring entrepreneur sosial muda
Senin, 13 Agustus 2012 - 17:16 WIB
Bank Mandiri jaring entrepreneur sosial muda
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menaruh perhatian besar untuk mengembangkan semangat entrepreneur atau kewirausahaan di kalangan generasi muda. Salah satunya diwujudkan dengan ajang Mandiri Bersama Mandiri (MBM) Challenge yang akan menjaring para entrepreneur muda di yang memiliki kewirausahaan sosial.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank mandiri Pahala N Masury mengatakan, kewirausahaan sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pasalnya, lanjut Masury, konsep ini memiliki tujuan untuk mengatasi permasalahan sosial menggunakan pendekatan kewirausahaan sehingga mampu menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat pada umumnya.
"Konsep kewirausahaan sosial perlu dikembangkan karena selaras dengan kultur masyarakat Indonesia yang guyub sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mampu mendorong kemajuan ekonomi Indonesia," ujar Pahala dalam sambutannya, Senin (13/8/2012).
Ajang kompetisi yang diluncurkan secara resmi pada 13 Agustus ini sengaja diadakan dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan kewirausahaan sosial dilakukan Bank mandiri melalui perlombaan bertajuk MBM Challenge. Lomba ini telah dimulai pendaftarannya sejak 27 Juli lalu dan rencanya akan berakhir pada 6 September mendatang.
"Selain mendapatkan uang tunia senilai total Rp320 juta, para pemenang akan diumumkan pada 4 oktober 2012 juga dihadiahi project capital untuk merealisasikan ide bisnis sosial dan dana pengembangan senilai total Rp3,2 miliar," sambungnya.
Dalam penilaiannya sendiri, penyelenggara membagi kategori lomba menjadi dua kelompok penilaian yaitu Start Up untuk peserta pemula yang memiliki konsep kewirausahaan sosial dan ingin merealisasikan dalam jangka waktu satu tahun setelah kompetisi dan social enterprise yang sudah berjalan maksimal satu tahun.
Sementara kategori lainnya adalah semi-established yang diperuntukan bagi peserta uang sudah menjalankan kewirausahaan sosial dalam jangka waktu minimal dua tahun. Kompetisi ini pun dibagi dalam empat kategori yaitu pertanian, kelautan, industri kreatif dan pariwisata.
"Lomba ini baru kali pertama kami lakukan dan mudah-mudahan minimal bisa sekitar 300 pendaftar. Ya mudah-mudahan bisa sampai 500 juga sih," ungkap Pahala.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank mandiri Pahala N Masury mengatakan, kewirausahaan sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pasalnya, lanjut Masury, konsep ini memiliki tujuan untuk mengatasi permasalahan sosial menggunakan pendekatan kewirausahaan sehingga mampu menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat pada umumnya.
"Konsep kewirausahaan sosial perlu dikembangkan karena selaras dengan kultur masyarakat Indonesia yang guyub sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mampu mendorong kemajuan ekonomi Indonesia," ujar Pahala dalam sambutannya, Senin (13/8/2012).
Ajang kompetisi yang diluncurkan secara resmi pada 13 Agustus ini sengaja diadakan dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan kewirausahaan sosial dilakukan Bank mandiri melalui perlombaan bertajuk MBM Challenge. Lomba ini telah dimulai pendaftarannya sejak 27 Juli lalu dan rencanya akan berakhir pada 6 September mendatang.
"Selain mendapatkan uang tunia senilai total Rp320 juta, para pemenang akan diumumkan pada 4 oktober 2012 juga dihadiahi project capital untuk merealisasikan ide bisnis sosial dan dana pengembangan senilai total Rp3,2 miliar," sambungnya.
Dalam penilaiannya sendiri, penyelenggara membagi kategori lomba menjadi dua kelompok penilaian yaitu Start Up untuk peserta pemula yang memiliki konsep kewirausahaan sosial dan ingin merealisasikan dalam jangka waktu satu tahun setelah kompetisi dan social enterprise yang sudah berjalan maksimal satu tahun.
Sementara kategori lainnya adalah semi-established yang diperuntukan bagi peserta uang sudah menjalankan kewirausahaan sosial dalam jangka waktu minimal dua tahun. Kompetisi ini pun dibagi dalam empat kategori yaitu pertanian, kelautan, industri kreatif dan pariwisata.
"Lomba ini baru kali pertama kami lakukan dan mudah-mudahan minimal bisa sekitar 300 pendaftar. Ya mudah-mudahan bisa sampai 500 juga sih," ungkap Pahala.
(and)
Lihat Juga :