Lahan pertanian terus beralih fungsi
Selasa, 14 Agustus 2012 - 13:07 WIB
Lahan pertanian terus beralih fungsi
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) Perdagangan Kementerian Perdagangan, Ardiansyah S Parman mengungkapkan, ada sekitar 100 ribu hektar lahan pertanian beralih fungsi ke sektor non pertanian setiap tahunnya.
"Angka peralihan lahan tersebut bisa naik dari 100 ribu hektar per tahunnya. Namun saat ini angkanya belum bisa diperkirakan lahan yang mengalami alih fungsi dari pertanian ke non pertanian," kata Ardiansyah dalam acara Public Hearing di gedung Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (14/8/2012).
Kedelai contohnya, sambung Ardiansyah, idealnya pemerintah harus meningkatkan produksi kedelainya jika tidak mau bergantung pada pihak luar.
Namun demikian, sayangnya lantaran lahan pertanian yang terus berkurang, membuat lahan pertanian menjadi sangat terbatas. Hal tersebut mengharuskan petani-petani Indonesia menjadi lebih selektif dan umumnya lebih memilih tanaman dengan nilai jual yang lebih baik.
Dengan demikian sulit bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi kedelainya. "Petani lebih memilih tanaman apa yang lebih menguntungkan untuk mereka," simpulnya.
Untuk itu, Ardiansyah merespon, pemerintah lewat Kementerian-Kementerian terkait diharapkan dapat memberi kepastian harga jual komoditi kedelai yang berdampak pada minat petani Indonesia agar lebih bergairah dalam menanam kedelai.
"Berikan kepastian harga kepada petani, harga yang menguntungkan dan pastinya terjangkau buat pengrajin tahu tempe," tegasnya.
"Angka peralihan lahan tersebut bisa naik dari 100 ribu hektar per tahunnya. Namun saat ini angkanya belum bisa diperkirakan lahan yang mengalami alih fungsi dari pertanian ke non pertanian," kata Ardiansyah dalam acara Public Hearing di gedung Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (14/8/2012).
Kedelai contohnya, sambung Ardiansyah, idealnya pemerintah harus meningkatkan produksi kedelainya jika tidak mau bergantung pada pihak luar.
Namun demikian, sayangnya lantaran lahan pertanian yang terus berkurang, membuat lahan pertanian menjadi sangat terbatas. Hal tersebut mengharuskan petani-petani Indonesia menjadi lebih selektif dan umumnya lebih memilih tanaman dengan nilai jual yang lebih baik.
Dengan demikian sulit bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi kedelainya. "Petani lebih memilih tanaman apa yang lebih menguntungkan untuk mereka," simpulnya.
Untuk itu, Ardiansyah merespon, pemerintah lewat Kementerian-Kementerian terkait diharapkan dapat memberi kepastian harga jual komoditi kedelai yang berdampak pada minat petani Indonesia agar lebih bergairah dalam menanam kedelai.
"Berikan kepastian harga kepada petani, harga yang menguntungkan dan pastinya terjangkau buat pengrajin tahu tempe," tegasnya.
(gpr)
Lihat Juga :