KPPU: Pemerintah jangan takut IMF dan WTO
Selasa, 14 Agustus 2012 - 15:18 WIB
KPPU: Pemerintah jangan takut IMF dan WTO
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai, adanya International Monetary Fund (IMF) dan World Trade Organization (WTO) membuat pemerintah tidak mampu melakukan intervensi harga terhadap harga-harga kebutuhan pokok termasuk kedelai.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said dalam acara Public hearing Permasalahan Kedelai Indonesia, di Kantor KPPU, Selasa (14/8/2012).
Dalam acara tersebut Tadjuddin mengatakan, pemerintah seharusnya tidak perlu khawatir dengan keberadaan IMF atau WTO dalam membuat kebijakan yang menyangkut kelangsungan hidup rakyatnya seperti melakukan intervensi harga kebutuhan pokok.
"Pemerintah takut intervensi nanti digugat atau diprotes IMF atau WTO, peduli amat dengan mereka, Amerika yang katanya pasarnya liberal tapi jika menyangkut hajat rakyatnya dia juga intervensi, masa Indonesia tidak berani," kata Tadjuddin.
Tadjuddin melanjutkan,bagaimana keberanian dan ketegasan pemerintah dalam membuat kebijakan yang berhubungan dengan kesediaan pangan nasional, merupakan modal utama dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat seperti salah satunya ketersediaan kedelai.
"Tapi bukan dari kedelainya yang kita lihat, tapi kebijakan politik ekonomi kita saat ini mau dibawa kemana. Pasalnya kedelai ini menyangkut hajat hidup orang banyak, kenapa negara tidak bisa berbuat apa-apa (intervensi harga) kedelai," simpulnya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said dalam acara Public hearing Permasalahan Kedelai Indonesia, di Kantor KPPU, Selasa (14/8/2012).
Dalam acara tersebut Tadjuddin mengatakan, pemerintah seharusnya tidak perlu khawatir dengan keberadaan IMF atau WTO dalam membuat kebijakan yang menyangkut kelangsungan hidup rakyatnya seperti melakukan intervensi harga kebutuhan pokok.
"Pemerintah takut intervensi nanti digugat atau diprotes IMF atau WTO, peduli amat dengan mereka, Amerika yang katanya pasarnya liberal tapi jika menyangkut hajat rakyatnya dia juga intervensi, masa Indonesia tidak berani," kata Tadjuddin.
Tadjuddin melanjutkan,bagaimana keberanian dan ketegasan pemerintah dalam membuat kebijakan yang berhubungan dengan kesediaan pangan nasional, merupakan modal utama dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat seperti salah satunya ketersediaan kedelai.
"Tapi bukan dari kedelainya yang kita lihat, tapi kebijakan politik ekonomi kita saat ini mau dibawa kemana. Pasalnya kedelai ini menyangkut hajat hidup orang banyak, kenapa negara tidak bisa berbuat apa-apa (intervensi harga) kedelai," simpulnya.
(gpr)
Lihat Juga :