Kejatuhan penguasa sebabkan ketergantungan komoditi pangan
Selasa, 14 Agustus 2012 - 18:39 WIB
Kejatuhan penguasa sebabkan ketergantungan komoditi pangan
A
A
A
Sindonews.com - Besarnya ketergantungan Indonesia dalam memenuhi berbagai kebutuhan pangan ternyata punya sejarah yang unik. Kejatuhan seorang pemimpin negara disinyalir sebagai salah satu faktor yang sangat mempengaruhi.
Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said dalam acara Public hearing Permasalahan Kedelai Indonesia, di Kantor KPPU mencontohkan, kejatuhan rezim Presiden Soekarno dan Soeharto ternyata memberikan dampak menjadikan Indonesia impor besar-besaran untuk gandum dan kedelai.
"Ingat Soekarno jatuh, Indonesia menjadi importir gandum dalam jumlah yang besar, sekarang malah 100 persen impornya. Kemudian saat Soeharto jatuh, Indonesia impor kedelai dalam jumlah besar juga," kata Tadjuddin, Selasa (14/8/2012).
Fenomena tersebut rupanya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah. Pasalnya, meski banyak pejabat negara ini optimis Indonesia bisa swasembada baik itu kedelai, beras, gula dan lainnya, namun dalam kenyataannya cita-cita swasembada tersebut belum juga terwujud.
"Katanya kita mampu swasembada, tapi mana hasilnya, kenapa kita bisa swasembada tetapi kita tidak upayakan," imbuhnya.
Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said dalam acara Public hearing Permasalahan Kedelai Indonesia, di Kantor KPPU mencontohkan, kejatuhan rezim Presiden Soekarno dan Soeharto ternyata memberikan dampak menjadikan Indonesia impor besar-besaran untuk gandum dan kedelai.
"Ingat Soekarno jatuh, Indonesia menjadi importir gandum dalam jumlah yang besar, sekarang malah 100 persen impornya. Kemudian saat Soeharto jatuh, Indonesia impor kedelai dalam jumlah besar juga," kata Tadjuddin, Selasa (14/8/2012).
Fenomena tersebut rupanya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah. Pasalnya, meski banyak pejabat negara ini optimis Indonesia bisa swasembada baik itu kedelai, beras, gula dan lainnya, namun dalam kenyataannya cita-cita swasembada tersebut belum juga terwujud.
"Katanya kita mampu swasembada, tapi mana hasilnya, kenapa kita bisa swasembada tetapi kita tidak upayakan," imbuhnya.
(gpr)
Lihat Juga :