Belanja kurang produktif dikurangi
Rabu, 15 Agustus 2012 - 09:40 WIB
Belanja kurang produktif dikurangi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan belanja kualitas menjadi fokus utama dalam pidato nota keuangan pengantar RAPBN 2013 pada 16 Agustus mendatang.
Fokus ini diharapkan bisa mengurangi belanjabelanja kurang produktif yang tidak memberikan nilai tambah dan tidak produktif.
“Dalam pemaparan Presiden akan terlihat bagaimana kita berusaha untuk meyakinkan pertumbuhan ekonomi baik, pertumbuhan ekonominya juga yang inklusif dan diupayakan berkesinambungan,” tutur Agus Marto di Jakarta, kemarin.
Dia menambahkan, belanja berkualitas harus dilakukan karena anggaran pemerintah memiliki keterbatasan untuk membiayai semua belanja. “Belanja berkualitas itu artinya sekarang ini kondisi fiskal kita sudah membesar tetapi kita punya keterbatasan untuk belanja yang berkualitas,” imbuhnya.
Dalam mengupayakan peningkatan belanja berkualitas itulah, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja modal hampir Rp200 triliun. Anggaran sebesar itu diharapkan bisa menggenjot pembangunan infrastruktur. Anggaran belanja modal hampir Rp200 triliun tersebut merupakan sebuah peningkatan tajam.
Alasannya, pada 2005 anggaran belanja modal hanya Rp32,9 triliun, kemudian pada 2006 sebesar Rp55 triliun, 2007 (Rp64,3 triliun), 2008 (Rp72,8 triliun), 2009 (Rp75,9 triliun), 2010 (Rp80,3 triliun), 2011 (Rp141 triliun), dan 2012 (Rp161 triliun).
“Infrastruktur dalam bentuk belanja modal sudah mendekati Rp200 triliun,mungkin bisa di atas sedikit dari angka itu.Belanja modal sebagian besar untuk infrastruktur,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, kemarin.
Fokus ini diharapkan bisa mengurangi belanjabelanja kurang produktif yang tidak memberikan nilai tambah dan tidak produktif.
“Dalam pemaparan Presiden akan terlihat bagaimana kita berusaha untuk meyakinkan pertumbuhan ekonomi baik, pertumbuhan ekonominya juga yang inklusif dan diupayakan berkesinambungan,” tutur Agus Marto di Jakarta, kemarin.
Dia menambahkan, belanja berkualitas harus dilakukan karena anggaran pemerintah memiliki keterbatasan untuk membiayai semua belanja. “Belanja berkualitas itu artinya sekarang ini kondisi fiskal kita sudah membesar tetapi kita punya keterbatasan untuk belanja yang berkualitas,” imbuhnya.
Dalam mengupayakan peningkatan belanja berkualitas itulah, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja modal hampir Rp200 triliun. Anggaran sebesar itu diharapkan bisa menggenjot pembangunan infrastruktur. Anggaran belanja modal hampir Rp200 triliun tersebut merupakan sebuah peningkatan tajam.
Alasannya, pada 2005 anggaran belanja modal hanya Rp32,9 triliun, kemudian pada 2006 sebesar Rp55 triliun, 2007 (Rp64,3 triliun), 2008 (Rp72,8 triliun), 2009 (Rp75,9 triliun), 2010 (Rp80,3 triliun), 2011 (Rp141 triliun), dan 2012 (Rp161 triliun).
“Infrastruktur dalam bentuk belanja modal sudah mendekati Rp200 triliun,mungkin bisa di atas sedikit dari angka itu.Belanja modal sebagian besar untuk infrastruktur,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, kemarin.
(gpr)
Lihat Juga :