Stopping power: Iklan Tong Fang dan zakat

Rabu, 15 Agustus 2012 - 09:47 WIB
Stopping power: Iklan...
Stopping power: Iklan Tong Fang dan zakat
A A A
Sindonews.com - “Dulu saya sering lupa berzakat. Setelah berobat ke Klinik Tong Fang, saya jadi rajin berzakat.Terima kasih Klinik Tong Fang.” Mungkin ini plesetan yang cocok untuk mengaitkan topik bahasan saya kali ini yaitu seputar iklan Klinik Tong Fang dengan iklan-iklan berzakat yang bertaburan sepanjang bulan Ramadan.

Fenomena Tong Fang sebagai trending topic di Twittermemang menyedot perhatian massa. Di sini terbukti bahwa virus word of mouth bisa bekerja dengan baik pada saat topiknya mempunyai stopping power yang menarik. Good first impression itu powerful. Jika sebuah iklan, baik itu online maupun offline, tidak menarik perhatian dalam hitungan detik, ia sudah bisa dikatakan gagal. Berapa banyak iklan yang kita lihat per harinya?

Dari mulai iklan TV, iklan media luar ruang, hingga iklan di media sosial. Ribuan jumlahnya. Berapa yang bisa kita ingat? Mempunyai iklan yang tepat dibutuhkan untuk keluar dari kerumunan.Iklan harus didisain untuk menjadi menarik perhatian, dengan ide yang orisinal–out of the box, kalau perlu dibuat lucu. Tentu saja masih dalam koridor mengusung pesan brand.Yang sangat penting di awal adalah kekuatan stopping power-nya.

Paling tidak, jika ada yang berhenti sejenak dan menonton iklan, berarti sudah ada “wow factor”- nya. Iklan testimonial ala Klinik Tong Fang bukan hal baru sebenarnya. Testimonial sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu. Masih ingat iklan Toyota Kijang? Testimonial tentang seberapa banyak muatan di dalam kendaraan tersebut, yang kemudian juga menimbulkan parodi dalam iklan versi plesetannya. Parodi tidak selalu menyakitkan. Bahkan kadang lebih lucu dari iklan aslinya sehingga menjadikan pesan dalam brand lebih memorable.

Parodi iklan Oreo Orange dalam bentuk komik yang diperankan oleh bintang kecil Afika lumayan lucu dan punya kekuatan untuk justru mengangkat produk Oreo Orange menjadi dikenal– tidak secara negatif. Walaupun penting untuk mengemas pesan brand sekreatif mungkin,harus ada batasnya. Beberapa brand justru kebablasan. Yang awalnya mungkin dianggap sebagai stopping power, itu menjadi bumerang dari brand image-nya sendiri.

Klinik Tong Fang yang telah menjadi bulan-bulanan di media sosial, adalah contoh dari sebuah iklan yang menarik perhatian, tetapi kemudian karena testimoni yang berlebihan, menjadi bumerang.Testimoni tersebut di awalnya adalah stopping power dari Iklan Tong Fang. Bayangkan, segala macam penyakit bisa sembuh setelah berobat di kliniknya!

Jangan lupa bahwa tidak semua penonton TV merupakan audience Klinik Tong Fang yang notabene merupakan pengobatan alternatif, yang mungkin sudah penat berobat ke mana-mana dan tidak sembuh juga. Bagi audience yang berpendidikan tinggi dan kebetulan sedang sehat-sehat saja,ini merupakan sebuah statement hiperbola yang menyesatkan. Gencarnya posting plesetan di Twitter merupakan tumpahan unekunek perasaan tidak nyaman pada saat menonton iklan tersebut.

Bagaimana dengan iklan zakat? Dari sekian banyak iklan zakat yang beredar tahun ini,saya tersentak melihat satu billboard iklan berukuran sangat besar di Perempatan Karet. Ini bunyi pesannya: “Pingin lebih kaya dan berkah? Jangan lupa bayar zakat sering infaq”. Pesan ini disampaikan oleh Bazis DKI. Iklan ini mempunyai stopping power yang tinggi, di tengah maraknya iklan zakat lainnya. Tim kreatifnya perlu diacungi jempol untuk sisi kreativitas.

Di tengah-tengah iklan zakat yang rata-rata berbunyi: (1) Indahnya berzakat dan berbagi,(2) Tangan-Nya penuh, terus memberi siang & malam, (3) Dengan Zakat, Don’t worry, be happy, dll… Sebuah iklan yang mengedepankan benefit berzakat secara langsung adalah sebuah terobosan.Audience selalu tertarik dengan “What’s in it for me? (WIIFM)”. Stopping power seperti ini yang menurut saya punya kekuatan tinggi tetapi keluar dari koridor kepantasan.

Hemat saya, berzakat adalah sebuah kegiatan duniawi dengan output non-duniawi,intangible yaitu sebuah pahala dari Allah SWT. Mengaitkan benefit duniawi dalam iklan berzakat yaitu dengan mengedepankan keinginan untuk kaya sungguh mengusik nurani.Tidak seharusnya benefit duniawi dijadikan stopping power untuk sebuah iklan ajakan berzakat. Gaya beriklan ini tidak ada bedanya dengan iklan Tong Fang.

Yang mengetengahkan benefit langsung:“Jika berobat ke Klinik Tong Fang,maka segala penyakit sembuh! Jika berzakat dan berinfaq, maka akan menjadi cepat kaya”.Walaupun di dalam kalimat tersebut ditambahkan kata-kata cepat kaya dan berkah, tetap saja, dari sisi kepantasan beriklan dengan tema duniawi untuk non-duniawi tidaklah tepat. Pada saat mendesain pesan komunikasi, harus dilihat terlebih dahulu situasi yang dihadapi oleh brand atau kategori produk/ jasa yang diiklankan.

Yang menjadi kendala saat ini bahwa jumlah zakat yang terkumpul oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) masih rendah, bukan karena kesadaran berzakatnya yang rendah. ETNOMARK Consulting pernah melakukan riset tentang hal ini dan memperoleh temuan bahwa yang menjadi isu adalah tingkat kepercayaan untuk menyalurkan zakat ke LAZ yang masih rendah.

Dalam persoalan kredibilitas lembaga dan bukan persoalan kesadaran berzakat, seharusnya LAZ sebesar BAZIS DKI menjadi motor perubahan persepsi. Iklan-iklan seputar zakat di bulan Ramadan seharusnya didisain untuk mengikis keraguan menyalurkan zakat melalui LAZ.

Jelaskan apa manfaatnya bagi audience. Stopping power memang harus kreatif dan menyentuh benefit bagi audience. “Pingin kaya”dan “zakat”tidak match. Harus dicari stopping powerlain yang lebih relevan.

AMALIA E. MAULANA. PH.D.
Brand Consultant & Ethnographer ETNOMARK Consulting
www.amaliamaulana.com
www.etnomark.com
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Berita Terkini
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
8 menit yang lalu
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
14 menit yang lalu
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
1 jam yang lalu
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
1 jam yang lalu
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
2 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved