AP I gandeng Boeing bangun hanggar MRO
Rabu, 15 Agustus 2012 - 10:01 WIB
AP I gandeng Boeing bangun hanggar MRO
A
A
A
Sindonews.com - Operator bandara PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I berencana menggandeng Boeing Company, untuk membangun hanggar pusat perbaikan perawatan pesawat (maintenance, repair and overhaul/MRO).
Pembangunan hanggar MRO tersebut rencananya dilakukan di atas lahan bandara yang dikelola perseroan di Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) atau Bandara Selaparang (Lombok). “Pembangunan di kedua bandara tersebut untuk mengoptimalkan aset perseroan,” jelas Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Miduk Situmorang di Jakarta kemarin.
Menurutnya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dipilih karena bandara itu saat ini digunakan untuk hub wilayah Indonesia Timur. Sementara, Bandara Selaparang sudah tidak digunakan dengan dibangunnya Bandara Internasional Lombok.
Dia menjelaskan, kerja sama dengan perusahaan pabrikan pesawat asal Amerika Serikat tersebut masih dalam pembicaraan kedua perusahaan.
Rencananya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama sudah dapat dilaksanakan menjelang akhir tahun ini dan diaplikasikan pada semester I/2013.
Skema kerja sama yang dilakukan, jelas dia, nantinya PT Angkasa Pura I menyediakan lahan dan membangun hanggar, kemudian Boeing yang menyewa hanggar tersebut.
“Karena, maskapai di Indonesia banyak yang menggunakan pesawat jenis Boeing sehingga untuk memudahkan perawatan dan perbaikan pesawat jenis tersebut dibangunlah hanggar MRO Boeing di Indonesia,” ujar Miduk.
Selain menggandeng Boeing, AP I juga telah menjalin kerja sama dengan PT Lion Mentari Airlines, operator maskapai Lion Air, mengembangkan fasilitas di empat bandara yang dikelola oleh AP I. Kerja sama tersebut salah satu fokusnya adalah hanggar perawatan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan.
Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo pernah mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah perseroan untuk meningkatkan kerja sama dengan pihak maskapai penerbangan. “Operator dan maskapai sama-sama memiliki kepentingan untuk meningkatkan fasilitas bandara,” kata Tommy.
Meski belum detail mengenai bentuk kerja sama serta berapa kebutuhan dananya, disepakati bahwa pihak AP I akan membangun fasilitas MRO di Bandara Selaparang di mana Lion Air akan menjadikannya sebagai bandara penghubung Indonesia Utara. Sedangkan, di Bandara Sam Ratulangi kerja sama yang akan dilakukan berupa pengembangan fasilitas MRO dan sekolah penerbangan.
Pembangunan hanggar MRO tersebut rencananya dilakukan di atas lahan bandara yang dikelola perseroan di Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) atau Bandara Selaparang (Lombok). “Pembangunan di kedua bandara tersebut untuk mengoptimalkan aset perseroan,” jelas Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Miduk Situmorang di Jakarta kemarin.
Menurutnya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dipilih karena bandara itu saat ini digunakan untuk hub wilayah Indonesia Timur. Sementara, Bandara Selaparang sudah tidak digunakan dengan dibangunnya Bandara Internasional Lombok.
Dia menjelaskan, kerja sama dengan perusahaan pabrikan pesawat asal Amerika Serikat tersebut masih dalam pembicaraan kedua perusahaan.
Rencananya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama sudah dapat dilaksanakan menjelang akhir tahun ini dan diaplikasikan pada semester I/2013.
Skema kerja sama yang dilakukan, jelas dia, nantinya PT Angkasa Pura I menyediakan lahan dan membangun hanggar, kemudian Boeing yang menyewa hanggar tersebut.
“Karena, maskapai di Indonesia banyak yang menggunakan pesawat jenis Boeing sehingga untuk memudahkan perawatan dan perbaikan pesawat jenis tersebut dibangunlah hanggar MRO Boeing di Indonesia,” ujar Miduk.
Selain menggandeng Boeing, AP I juga telah menjalin kerja sama dengan PT Lion Mentari Airlines, operator maskapai Lion Air, mengembangkan fasilitas di empat bandara yang dikelola oleh AP I. Kerja sama tersebut salah satu fokusnya adalah hanggar perawatan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan.
Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo pernah mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah perseroan untuk meningkatkan kerja sama dengan pihak maskapai penerbangan. “Operator dan maskapai sama-sama memiliki kepentingan untuk meningkatkan fasilitas bandara,” kata Tommy.
Meski belum detail mengenai bentuk kerja sama serta berapa kebutuhan dananya, disepakati bahwa pihak AP I akan membangun fasilitas MRO di Bandara Selaparang di mana Lion Air akan menjadikannya sebagai bandara penghubung Indonesia Utara. Sedangkan, di Bandara Sam Ratulangi kerja sama yang akan dilakukan berupa pengembangan fasilitas MRO dan sekolah penerbangan.
(gpr)
Lihat Juga :