BP jual kilang di AS senilai USD2,5 miliar
Rabu, 15 Agustus 2012 - 10:13 WIB
BP jual kilang di AS senilai USD2,5 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan energi Inggris, British Petroleum (BP) Plc, sepakat menjual kilang Carson di California, Amerika Serikat (AS), kepada Tesoro Corporation senilai USD2,5 miliar (Rp23,5 triliun).
Penjualan tersebut merupakan bagian dari rencana BP sebelumnya di mana perusahaan berbasis di London tersebut menargetkan meraup dana USD38 miliar dengan melepas aset-asetnya hingga 2013 mendatang.
Langkah tersebut ditujukan untuk menambah jumlah dana tunai yang akan digunakan membayar kompensasi akibat peristiwa kebocoran minyak di Teluk Meksiko pada April 2010 lalu.
Sejak peristiwa yang menewaskan 11 pekerja tersebut, BP total telah menjual aset senilai USD26,5 miliar termasuk kesepakatan dengan Tesoro.
“BP hari ini mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk menjual kilang Carson termasuk segala fasilitas yang berhubungan dengan logistik perusahaan kepada Tesoro secara tunai,” ujar BP dikutip AFP Senin (13/8) malam.
Menurut BP, penjualan Carson akan diikuti strategi perusahaan untuk fokus pada investasi dan operasional di tiga kilang lainnya di kawasan AS bagian utara. Penjualan Carson sebelumnya diumumkan pada Februari 2011 lalu yang akan diikuti dengan penjualan unit lainnya di AS guna meringankan beban BP dalam memenuhi ganti rugi.
“Kesepakatan penjualan ini merupakan langkah signifikan agar kami lebih fokus pada bisnis bahan bakar di AS,” tambah Executive BP Bidang Pemasaran dan Bisnis Kilang Global Iain Conn.
Kilang Carson yang dibeli diakuisisi Tesoro memiliki kapasitas produksi 266.000 barel per hari (bph). Kilang tersebut dilengkapi jaringan logistik terintegrasi melalui pipanisasi yang terhubung dengan pusat penyimpanan bahan bakar minyak.
Dalam kesepakatan tersebut BP juga mengalihkan kepemilikan jaringan ritel ARCO yang wilayah pemasarannya mencakup California bagian utara Arizona dan Nevada.
Namun, kesepakatan tersebut ma sih harus mendapatkan persetujuan dari regulator AS dan diperkirakan selesai pada 2013. Pekan lalu BP mengumumkan penjualan unit pengolahan gas Sunray dan Hemphill di Texas kepada Eagle Rock Energy Partner senilai USD227,5 juta.
Kinerja bisnis BP pascamusibah tumpahan minyak di Teluk Meksiko terus mendapat tekanan akibat besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk kompensasi kepada korban dan lingkungan setempat.
Pada kuartal II/2012 BP mengalami kerugian bersih USD1,39 miliar, jauh di bawah kinerja periode yang sama tahun sebelumnya yang mencetak laba USD5,72 miliar.
Selain di AS, aksi korporasi BP dengan menjual aset juga dilakukan di Rusia. Di negara ter sebut BP melepas kepemilikan saham di perusahaan minyak hasil patungan yakni Rusia TNK-BP kepada perusahaan lokal Rosneft. Dalam kesepakatan tersebut, BP akan melepas 50% saham nya di TNK-BP.
Sejumlah kalangan memperkirakan, lang kah tersebut berpotensi mengguncang industri minyak Rusia karena dapat meningkatkan peran Rosneft dalam industri perminyakan.
Presiden Rosneft Igor Sechin mengatakan, pihaknya mem pertimbangkan akuisisi saham TNK-BP yang juga dimiliki oleh Alfa Access Renova (AAR) bersama dengan BP agar menjadi sebuah proposisi komersial yang menarik.
“Akuisisi potensial tersebut akan melengkapi portofolio yang ada serta menciptakan nilai bagi seluruh pemilik saham,” ujarnya dalam pernyataan resmi dilansir BBC beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan, dengan pembelian saham akan membuka peluang eksplorasi dimana perusahaan memiliki akses terbatas di Rusia, seperti medan menguntungkan di Timur Siberia.
Menurutnya, perusahaan yakin bahwa ada sinergi cukup besar yang dapat diperoleh di Timur Siberia dalam hal pengembangan gas, minyak mentah dan produk optimalisasi logistik di daerah lain.
Sementara, Rosneft menyatakan, perusahaan terus mengevluasi peluang pertumbuhan dan kemitraan masa depan guna konsolidasi dalam industri minyak dan gas dunia. Sekadar informasi, hubungan antara AAR dan BP men jadi tegang setelah BP ber usaha untuk membentuk kemitraan yang terpisah dengan Rosneft.
Penjualan tersebut merupakan bagian dari rencana BP sebelumnya di mana perusahaan berbasis di London tersebut menargetkan meraup dana USD38 miliar dengan melepas aset-asetnya hingga 2013 mendatang.
Langkah tersebut ditujukan untuk menambah jumlah dana tunai yang akan digunakan membayar kompensasi akibat peristiwa kebocoran minyak di Teluk Meksiko pada April 2010 lalu.
Sejak peristiwa yang menewaskan 11 pekerja tersebut, BP total telah menjual aset senilai USD26,5 miliar termasuk kesepakatan dengan Tesoro.
“BP hari ini mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk menjual kilang Carson termasuk segala fasilitas yang berhubungan dengan logistik perusahaan kepada Tesoro secara tunai,” ujar BP dikutip AFP Senin (13/8) malam.
Menurut BP, penjualan Carson akan diikuti strategi perusahaan untuk fokus pada investasi dan operasional di tiga kilang lainnya di kawasan AS bagian utara. Penjualan Carson sebelumnya diumumkan pada Februari 2011 lalu yang akan diikuti dengan penjualan unit lainnya di AS guna meringankan beban BP dalam memenuhi ganti rugi.
“Kesepakatan penjualan ini merupakan langkah signifikan agar kami lebih fokus pada bisnis bahan bakar di AS,” tambah Executive BP Bidang Pemasaran dan Bisnis Kilang Global Iain Conn.
Kilang Carson yang dibeli diakuisisi Tesoro memiliki kapasitas produksi 266.000 barel per hari (bph). Kilang tersebut dilengkapi jaringan logistik terintegrasi melalui pipanisasi yang terhubung dengan pusat penyimpanan bahan bakar minyak.
Dalam kesepakatan tersebut BP juga mengalihkan kepemilikan jaringan ritel ARCO yang wilayah pemasarannya mencakup California bagian utara Arizona dan Nevada.
Namun, kesepakatan tersebut ma sih harus mendapatkan persetujuan dari regulator AS dan diperkirakan selesai pada 2013. Pekan lalu BP mengumumkan penjualan unit pengolahan gas Sunray dan Hemphill di Texas kepada Eagle Rock Energy Partner senilai USD227,5 juta.
Kinerja bisnis BP pascamusibah tumpahan minyak di Teluk Meksiko terus mendapat tekanan akibat besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk kompensasi kepada korban dan lingkungan setempat.
Pada kuartal II/2012 BP mengalami kerugian bersih USD1,39 miliar, jauh di bawah kinerja periode yang sama tahun sebelumnya yang mencetak laba USD5,72 miliar.
Selain di AS, aksi korporasi BP dengan menjual aset juga dilakukan di Rusia. Di negara ter sebut BP melepas kepemilikan saham di perusahaan minyak hasil patungan yakni Rusia TNK-BP kepada perusahaan lokal Rosneft. Dalam kesepakatan tersebut, BP akan melepas 50% saham nya di TNK-BP.
Sejumlah kalangan memperkirakan, lang kah tersebut berpotensi mengguncang industri minyak Rusia karena dapat meningkatkan peran Rosneft dalam industri perminyakan.
Presiden Rosneft Igor Sechin mengatakan, pihaknya mem pertimbangkan akuisisi saham TNK-BP yang juga dimiliki oleh Alfa Access Renova (AAR) bersama dengan BP agar menjadi sebuah proposisi komersial yang menarik.
“Akuisisi potensial tersebut akan melengkapi portofolio yang ada serta menciptakan nilai bagi seluruh pemilik saham,” ujarnya dalam pernyataan resmi dilansir BBC beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan, dengan pembelian saham akan membuka peluang eksplorasi dimana perusahaan memiliki akses terbatas di Rusia, seperti medan menguntungkan di Timur Siberia.
Menurutnya, perusahaan yakin bahwa ada sinergi cukup besar yang dapat diperoleh di Timur Siberia dalam hal pengembangan gas, minyak mentah dan produk optimalisasi logistik di daerah lain.
Sementara, Rosneft menyatakan, perusahaan terus mengevluasi peluang pertumbuhan dan kemitraan masa depan guna konsolidasi dalam industri minyak dan gas dunia. Sekadar informasi, hubungan antara AAR dan BP men jadi tegang setelah BP ber usaha untuk membentuk kemitraan yang terpisah dengan Rosneft.
(gpr)
Lihat Juga :