Stok Premium SPBU Jalintim ditambah 15%
Rabu, 15 Agustus 2012 - 19:10 WIB
Stok Premium SPBU Jalintim ditambah 15%
A
A
A
Sindonews.com - Pertamina menjamin ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis premium menjelang dan pada saat Hari Raya Idul Fitri mendatang. Saat ini, pasokan untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sepanjang Jalintim, Banyuasin bertambah mencapai 10-15 persen.
Sales Marketing Region UPMs II PT Pertamina, Ayub Ritto mengatakan penambahan stok premium telah dilakukaan pada H-10 menjelang Idul Fitri. Hal itu dilakukan sebagai bentuk anstisipasi peningkatan konsumsi bahan bakar oleh para pemudik di saat lebaran mendatang.
"Pertamina sudah tambah pasokan mencapai 10-15 persen, terutama bagi SPBU di sepanjang Jalintim, termasuk yang di Banyuasin," katanya beberapa waktu lalu.
Proses penambahan, dilakukan terutama pada SPBU yang padat akan pemudik. SPBU yang menjadi pusat arus mudik serta memiliki lokasi khusus bagi angkutan penumpang dan pemudik.
Karena, dikatakan Ayub, terdapat ketentuan mengenai SPBU yang mendapat tambahan pasokan premium, di antara SPBU tercatat mengalami peningkatan konsumsi bahan bakar oleh pemudik menjelang Lebaran. "Penambahan stok di SPBU berbeda, tergantung kebutuhan tiap SPBU-nya" katanya.
Ayub mengatakan, pihak Pertamina telah memprediksikan, akan terjadi peningkatan kebutuhan premium, maksimal 15 persen menjelang Lebaran. "Memang ditambah namun disesuaikan dengan kuota dan kebutuhan premiumnnya," ujarnya.
Sementara bagi bahan bakar solar, pihak Pertamina tidak melakukan proses penambahan kouta. Karena, dikatakan Ayub, menjelang Lebaran, tingkat konsumsi bahan bakar solar malah terjadi penurunan.
Biasanya, 80 persen konsumsi bahan bakar solar menjelang Lebaran akan mengalami penurunan. Karena itu, tidak dilakukan proses penambahan kouta bahan bakar. "Yang ditambah, hanya premium. Untuk solar tidak, karena memang konsumsinya tidak bertambah," ungkapnya.
Terpisah, Said, salah satu pengelola SPBU di Sterio Banyuasin mengungkapkan jika proses distribusi di SPBU lancar. Biasanya, kuota premium ditetapkan oleh pihak Pertamina sebanyak 16.000 liter.
Namun, jika kebutuhan mengalami peningkatan, maka pihak Pertamina bersedia melakukan penambahan. "Beberapa hari ini, bisa minta tambah mencapai 32.000 liter per hari," katanya.
Kendati mengalami peningkatan stok dari Pertamina, Said mengatakan telah terdapat edaran berupa himbuan guna mengurangi penjualan premium pada Unit Masyarakat Kecil Menengah (UMKM). Hal itu dikarenakan, tengah dilakukan prioritas bagi angkutan pemudik Lebaran.
"Akan tetapi, hal ini juga menyulitkan SPBU. Apalagi bagi SPBU yang menjadi pusat pengisian UMKM seperti ini," katanya.
Untuk itu, mesti dilakukan penambahan kuota, Pertamina hendaknya masih mengizinkan pengisian pada UMKM. Kerena, kebutuhan bagi premium juga diperlukan bagi masyarakat pedalaman yang membeli dari pada UMKM.
Sales Marketing Region UPMs II PT Pertamina, Ayub Ritto mengatakan penambahan stok premium telah dilakukaan pada H-10 menjelang Idul Fitri. Hal itu dilakukan sebagai bentuk anstisipasi peningkatan konsumsi bahan bakar oleh para pemudik di saat lebaran mendatang.
"Pertamina sudah tambah pasokan mencapai 10-15 persen, terutama bagi SPBU di sepanjang Jalintim, termasuk yang di Banyuasin," katanya beberapa waktu lalu.
Proses penambahan, dilakukan terutama pada SPBU yang padat akan pemudik. SPBU yang menjadi pusat arus mudik serta memiliki lokasi khusus bagi angkutan penumpang dan pemudik.
Karena, dikatakan Ayub, terdapat ketentuan mengenai SPBU yang mendapat tambahan pasokan premium, di antara SPBU tercatat mengalami peningkatan konsumsi bahan bakar oleh pemudik menjelang Lebaran. "Penambahan stok di SPBU berbeda, tergantung kebutuhan tiap SPBU-nya" katanya.
Ayub mengatakan, pihak Pertamina telah memprediksikan, akan terjadi peningkatan kebutuhan premium, maksimal 15 persen menjelang Lebaran. "Memang ditambah namun disesuaikan dengan kuota dan kebutuhan premiumnnya," ujarnya.
Sementara bagi bahan bakar solar, pihak Pertamina tidak melakukan proses penambahan kouta. Karena, dikatakan Ayub, menjelang Lebaran, tingkat konsumsi bahan bakar solar malah terjadi penurunan.
Biasanya, 80 persen konsumsi bahan bakar solar menjelang Lebaran akan mengalami penurunan. Karena itu, tidak dilakukan proses penambahan kouta bahan bakar. "Yang ditambah, hanya premium. Untuk solar tidak, karena memang konsumsinya tidak bertambah," ungkapnya.
Terpisah, Said, salah satu pengelola SPBU di Sterio Banyuasin mengungkapkan jika proses distribusi di SPBU lancar. Biasanya, kuota premium ditetapkan oleh pihak Pertamina sebanyak 16.000 liter.
Namun, jika kebutuhan mengalami peningkatan, maka pihak Pertamina bersedia melakukan penambahan. "Beberapa hari ini, bisa minta tambah mencapai 32.000 liter per hari," katanya.
Kendati mengalami peningkatan stok dari Pertamina, Said mengatakan telah terdapat edaran berupa himbuan guna mengurangi penjualan premium pada Unit Masyarakat Kecil Menengah (UMKM). Hal itu dikarenakan, tengah dilakukan prioritas bagi angkutan pemudik Lebaran.
"Akan tetapi, hal ini juga menyulitkan SPBU. Apalagi bagi SPBU yang menjadi pusat pengisian UMKM seperti ini," katanya.
Untuk itu, mesti dilakukan penambahan kuota, Pertamina hendaknya masih mengizinkan pengisian pada UMKM. Kerena, kebutuhan bagi premium juga diperlukan bagi masyarakat pedalaman yang membeli dari pada UMKM.
(gpr)
Lihat Juga :