SBY: Ekonomi RI peringkat 16 dunia

Kamis, 16 Agustus 2012 - 11:58 WIB
SBY: Ekonomi RI peringkat...
SBY: Ekonomi RI peringkat 16 dunia
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membanggakan kekuatan ekonomi Indonesia yang saat ini berada diperingkat ke 16 dunia.

Hal tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan ekonomi dunia.

"Alhamdulillah, saat ini negara kita tampil sebagai sebuah negara emerging economy, dan menjadi kekuatan ekonomi ke-16 dunia," ungkap SBY dalam pidato kenegaraannya di Gedung MPR/DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

SBY mengklaim Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah, dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang secara bertahap berhasil diturunkan. Dengan demikian, SBY optimistis jika suatu saat nanti Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan yang akan semakin diperhitungkan dunia.

"Kita harus yakin dan percaya, pada saatnya nanti, insya Allah kita menjadi negara yang kuat dan maju di Asia dan diperhitungkan dunia," jelasnya.

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan peningkatan, namun Indonesia patut mewaspadai imbas dari krisis keuangan yang terpicu perkembangan di Eropa.

"Pelajaran berharga yang dapat kita petik dari krisis di kawasan Eropa itu adalah perlunya dilakukan pengelolaan fiskal yang mengedepankan prinsip kehati-hatian," ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis telah dan akan mengambil langkah yang tepat dan terukur sebagaimana pengalaman melewati krisis tahun 2008 lalu.

Namun, SBY mengingatkan keberhasilan itu ditentukan oleh adanya kolaborasi serta sinergi di antara jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga-lembaga perbankan, serta lembaga-lembaga lainnya, agar sektor riil tetap berjalan normal.

Adapun caranya yaitu dengan memberikan stimulus fiskal secara hati-hati, mengendalikan situasi agar tidak terjadi gelombang pengangguran baru dan memberikan proteksi untuk melindungi, membantu, dan meringankan beban golongan menengah ke bawah yang mengalami kesulitan ekonomi.

"Dengan paduan itulah, ekonomi kita tidak goyah, tidak terjadi ledakan pengangguran, inflasi tetap terjaga, dan indikator ekonomi lainnya juga terkendali," tutupnya.
(hyk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
19 menit yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
32 menit yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
1 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
1 jam yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
1 jam yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved