Pendapatan negara ditargetkan Rp1.507 trilun
Kamis, 16 Agustus 2012 - 21:38 WIB
Pendapatan negara ditargetkan Rp1.507 trilun
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp1.507,7 triliun pada 2013. Angka itu naik 11 persen dari target pendapatan negara pada APBN Perubahan 2012.
"Dengan langkah-langkah kebijakan untuk mendukung sasaran-sasaran pembangunan dalam RKP 2013 seperti yang saya kemukakan tadi, maka dalam RAPBN 2013, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp1.507,7 triliun," kata Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato pengantar Nota Keuangan, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Sementara itu, SBY melanjutkan, anggaran belanja negara direncanakan mencapai Rp1.657,9 triliun, naik 7,1 persen dari pagu belanja negara pada APBN-P Tahun 2012.
Menurutnya dengan konfigurasi seperti itu, dalam RAPBN 2013 pemerintah berupaya mengendalikan defisit anggaran. "Kita upayakan untuk mengendalikan defisit anggaran menjadi Rp150,2 triliun atau 1,6 persen dari PDB, turun dari defisit APBN-P 2012 sebesar 2,23 persen dari PDB," pungkasnya.
SBY menjelaskan, dari keseluruhan penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp1.178,9 triliun. Jumlah tersebut naik 16 persen dari target APBN-P 2012.
Menurutnya, dengan peningkatan yang cukup besar itu, penerimaan perpajakan akan menyumbang hampir 80 persen dari total pendapatan negara.
Selain itu, SBY mengatakan sumber pendapatan negara yang sangat penting lainnya adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP. "Pada tahun 2013, PNBP direncanakan mencapai Rp324,3 triliun atau menyumbang sekitar 21 persen dari total pendapatan negara," tambahnya.
Pendapatan negara juga akan didukung oleh optimalisasi penerimaan dari bagian Pemerintah atas laba BUMN. Melalui peningkatan kinerja BUMN dengan melanjutkan langkah-langkah restrukturisasi yang makin terarah dan efektif, memantapkan penerapan good corporate governance (GCG), dan melakukan sinergi antar-BUMN.
"Dengan langkah-langkah kebijakan untuk mendukung sasaran-sasaran pembangunan dalam RKP 2013 seperti yang saya kemukakan tadi, maka dalam RAPBN 2013, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp1.507,7 triliun," kata Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato pengantar Nota Keuangan, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Sementara itu, SBY melanjutkan, anggaran belanja negara direncanakan mencapai Rp1.657,9 triliun, naik 7,1 persen dari pagu belanja negara pada APBN-P Tahun 2012.
Menurutnya dengan konfigurasi seperti itu, dalam RAPBN 2013 pemerintah berupaya mengendalikan defisit anggaran. "Kita upayakan untuk mengendalikan defisit anggaran menjadi Rp150,2 triliun atau 1,6 persen dari PDB, turun dari defisit APBN-P 2012 sebesar 2,23 persen dari PDB," pungkasnya.
SBY menjelaskan, dari keseluruhan penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp1.178,9 triliun. Jumlah tersebut naik 16 persen dari target APBN-P 2012.
Menurutnya, dengan peningkatan yang cukup besar itu, penerimaan perpajakan akan menyumbang hampir 80 persen dari total pendapatan negara.
Selain itu, SBY mengatakan sumber pendapatan negara yang sangat penting lainnya adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP. "Pada tahun 2013, PNBP direncanakan mencapai Rp324,3 triliun atau menyumbang sekitar 21 persen dari total pendapatan negara," tambahnya.
Pendapatan negara juga akan didukung oleh optimalisasi penerimaan dari bagian Pemerintah atas laba BUMN. Melalui peningkatan kinerja BUMN dengan melanjutkan langkah-langkah restrukturisasi yang makin terarah dan efektif, memantapkan penerapan good corporate governance (GCG), dan melakukan sinergi antar-BUMN.
(gpr)
Lihat Juga :