Percaya diri, defisit 2013 cuma 1,6% PDB
Jum'at, 17 Agustus 2012 - 14:32 WIB
Percaya diri, defisit 2013 cuma 1,6% PDB
A
A
A
Sindonews.com - Target defisit anggaran dalam RAPBN 2013 dipasang lebih rendah dibanding dengan target APBN-P 2012. Dalam RAPBN tahun 2013 direncanakan sebesar Rp150,2 triliun, atau sekitar 1,6 persen dari PDB.
Jumlah defisit anggaran dalam RAPBN 2013 itu turun hampir Rp 40 triliun dari target defisit anggaran dalam APBN-P 2012 sebesar Rp190,1 triliun, atau 2,23 persen dari PDB.
"Penurunan defisit anggaran ini, merupakan bagian dari strategi kita untuk menjaga kesinambungan fiskal, namun tetap masih memberikan ruang bagi ekspansi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Nota Keuangan, kemarin.
Untuk membiayai defisit anggaran itu, sumber pembiayaan dalam negeridirencanakan sebesar Rp169,6 triliun, sedangkan sumber pembiayaan luar negeri direncanakan sebesar negatif Rp19,5 triliun. Sumber utama pembiayaan dalam negeri tetap berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).
Sementara itu, sumber pembiayaan luar negeri berasal dari penarikan pinjaman luar negeri berupa pinjaman program dan pinjaman proyek Rp45,9 triliun, dikurangi dengan penerusan pinjaman sekitar Rp7 triliun dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri Rp58,4 triliun.
"Dengan strategi kebijakan itulah, kita upayakan penurunan rasio utang pemerintah terhadap PDB pada tahun 2013 menjadi sekitar 23 persen," tegasnya.
Rasio utang pemerintah terhadap PDB masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio utang pemerintah rata-rata negara-negara berkembang yang mencapai 33 persen dari PDB. Hal itu mengindikasikan semakin kuatnya struktur ketahanan fiskal kita, sejalan dengan upaya kita untuk mencapai kemandirian fiskal yang berkelanjutan. "Inilah bagian dari upaya kita untuk memelihara ketahanan ekonomi nasional," tandasnya.
Jumlah defisit anggaran dalam RAPBN 2013 itu turun hampir Rp 40 triliun dari target defisit anggaran dalam APBN-P 2012 sebesar Rp190,1 triliun, atau 2,23 persen dari PDB.
"Penurunan defisit anggaran ini, merupakan bagian dari strategi kita untuk menjaga kesinambungan fiskal, namun tetap masih memberikan ruang bagi ekspansi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Nota Keuangan, kemarin.
Untuk membiayai defisit anggaran itu, sumber pembiayaan dalam negeridirencanakan sebesar Rp169,6 triliun, sedangkan sumber pembiayaan luar negeri direncanakan sebesar negatif Rp19,5 triliun. Sumber utama pembiayaan dalam negeri tetap berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).
Sementara itu, sumber pembiayaan luar negeri berasal dari penarikan pinjaman luar negeri berupa pinjaman program dan pinjaman proyek Rp45,9 triliun, dikurangi dengan penerusan pinjaman sekitar Rp7 triliun dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri Rp58,4 triliun.
"Dengan strategi kebijakan itulah, kita upayakan penurunan rasio utang pemerintah terhadap PDB pada tahun 2013 menjadi sekitar 23 persen," tegasnya.
Rasio utang pemerintah terhadap PDB masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio utang pemerintah rata-rata negara-negara berkembang yang mencapai 33 persen dari PDB. Hal itu mengindikasikan semakin kuatnya struktur ketahanan fiskal kita, sejalan dengan upaya kita untuk mencapai kemandirian fiskal yang berkelanjutan. "Inilah bagian dari upaya kita untuk memelihara ketahanan ekonomi nasional," tandasnya.
(and)
Lihat Juga :