BKPM yakin mampu kejar target investasi
Jum'at, 17 Agustus 2012 - 18:30 WIB
BKPM yakin mampu kejar target investasi
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri menyatakan cukup optimis dengan target pemerintah terkait investasi di 2013, yaitu Rp390 triliun.
"Sampai akhir tahun 2012 ini saya optimis investasi Rp300 triliun kita bisa capai," kata Chatib di kantor Kemenko, Jakarta, Jumat (17/8/2012).
Menurutnya, jika target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen di 2013 ingin dicapai maka penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) harus tumbuh 25-30 persen.
Sejauh ini, landasan kuat optimisme tersebut ada pada faktor pertumbuhan kelas menengah yang meningkat pesat. Pada 2010 pertumbuhan kelas menengah Indonesia mencapai 18 persen dan kini ada sekitar 110 juta penduduk dengan USD 10 per hari.
Selain itu, lanjut Chatib, faktor lain yang membuat BKPM optimis yaitu karena di negara-negara Asia, Indonesia kini ada di urutan nomor 2 negara G20 yang pertumbuhan ekonominya mencapai di atas 6 persen yaitu 6,4 persen.
"Negara-negara Asia seperti Jepang, Korea otomatis akan melihat ke Indonesia untuk menanamkan investasinya," pungkasnya.
"Sampai akhir tahun 2012 ini saya optimis investasi Rp300 triliun kita bisa capai," kata Chatib di kantor Kemenko, Jakarta, Jumat (17/8/2012).
Menurutnya, jika target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen di 2013 ingin dicapai maka penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) harus tumbuh 25-30 persen.
Sejauh ini, landasan kuat optimisme tersebut ada pada faktor pertumbuhan kelas menengah yang meningkat pesat. Pada 2010 pertumbuhan kelas menengah Indonesia mencapai 18 persen dan kini ada sekitar 110 juta penduduk dengan USD 10 per hari.
Selain itu, lanjut Chatib, faktor lain yang membuat BKPM optimis yaitu karena di negara-negara Asia, Indonesia kini ada di urutan nomor 2 negara G20 yang pertumbuhan ekonominya mencapai di atas 6 persen yaitu 6,4 persen.
"Negara-negara Asia seperti Jepang, Korea otomatis akan melihat ke Indonesia untuk menanamkan investasinya," pungkasnya.
(and)
Lihat Juga :