Ribuan warga Sleman menganggur
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 13:23 WIB
Ribuan warga Sleman menganggur
A
A
A
Sindonews.com – Angka pengangguran di Kabupaten Sleman tahun 2012 mencapai 39.921 orang. Tingginya jumlah pengangguran itu berpotensi mendongkrak angka urbanisasi terlebih saat musim Lebaran.
Jumlah pengangguran itu mayoritas merupakan lulusan SMA atau sederajat, tapi ada juga beberapa lulusan sarjana. Saat mudik Lebaran ini ada juga warga Sleman yang memilih ikut saudara pergi ke kota seperti Jakarta untuk mencari kerja. “Ada juga yang ikut saudara atau karena mendapat informasi lowongan pekerjaan dari saudara, tapi jumlahnya kita tidak bisa pantau,”kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Sleman Julisetiono Dwi Wasito kemarin.
Tingginya angka pengangguran tersebut dipengaruhi terjadinya bencana erupsi Merapi 2010 lalu,yang mana sebagian masyarakat kehilangan pekerjaan. Pihak Disnakersos optimistis dengan berbagai upaya antisipasi dan pelayanan secara optimal untuk menekan jumlah pengangguran.Angka pengangguran tahun 2011 dinilai masih cukup tinggi yakni mencapai 7,6 persen. Tahun ini ditargetkan dapat ditekan hingga 0,6 persen atau pengangguran di Sleman tinggal 7 persen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman juga berupaya menekan jumlah pengangguran itu dengan cara melakukan pelatihan kerja dan memberikan informasi lowongan pekerjaan yang dapat diakses secara online, baik itu yang disediakan di Kantor Disnakersos maupun informasi pasar kerja keliling. “Kita sediakan petugas yang memandu, jadi di sana mereka bisa daftar secara online yang bisa dipantau melalui email,” papar Juli, panggilan akrab Julisetiono.
Pelatihan kerja bertempat di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Sleman. Di sana masyarakat yang mendaftar akan mendapatkan pelatihan keterampilan, seperti servis ponsel dan servis kendaraan bermotor maupun mobil. Bagi mereka yang akan berwirausaha, pemerintah akan membantu dengan memberikan pinjaman modal usaha dengan bunga 6 persen untuk per tahun. Permohonan kartu kuning (AK1) di Kantor Disnakersos Sleman juga terus terjadi hingga kemarin.
Dari pantauannya sebelum Lebaran, jumlahnya cenderung naik.Untuk Juli saja jumlahnya lebih dari 2.283 orang. “Saya lihat dari Selasa sampai Rabu kemarin saja ada 20 orang,baik yang mengajukan baru dan juga yang melakukan perpanjangan,”ungkapnya. Sebelumnya, dalam rangka memperingati HUT ke-67 RI, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan dalam masa kemerdekaan, tugas dan tanggung jawab generasi muda tidaklah semakin ringan, justru semakin berat.
Ditambah lagi masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran yang membelenggu masyarakat kita. Di Kabupaten Sleman saat ini masih terdapat 50.603 KK miskin dari 305.376 KK, dan angka pengangguran mencapai 39.921 orang.
Jumlah pengangguran itu mayoritas merupakan lulusan SMA atau sederajat, tapi ada juga beberapa lulusan sarjana. Saat mudik Lebaran ini ada juga warga Sleman yang memilih ikut saudara pergi ke kota seperti Jakarta untuk mencari kerja. “Ada juga yang ikut saudara atau karena mendapat informasi lowongan pekerjaan dari saudara, tapi jumlahnya kita tidak bisa pantau,”kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Sleman Julisetiono Dwi Wasito kemarin.
Tingginya angka pengangguran tersebut dipengaruhi terjadinya bencana erupsi Merapi 2010 lalu,yang mana sebagian masyarakat kehilangan pekerjaan. Pihak Disnakersos optimistis dengan berbagai upaya antisipasi dan pelayanan secara optimal untuk menekan jumlah pengangguran.Angka pengangguran tahun 2011 dinilai masih cukup tinggi yakni mencapai 7,6 persen. Tahun ini ditargetkan dapat ditekan hingga 0,6 persen atau pengangguran di Sleman tinggal 7 persen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman juga berupaya menekan jumlah pengangguran itu dengan cara melakukan pelatihan kerja dan memberikan informasi lowongan pekerjaan yang dapat diakses secara online, baik itu yang disediakan di Kantor Disnakersos maupun informasi pasar kerja keliling. “Kita sediakan petugas yang memandu, jadi di sana mereka bisa daftar secara online yang bisa dipantau melalui email,” papar Juli, panggilan akrab Julisetiono.
Pelatihan kerja bertempat di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Sleman. Di sana masyarakat yang mendaftar akan mendapatkan pelatihan keterampilan, seperti servis ponsel dan servis kendaraan bermotor maupun mobil. Bagi mereka yang akan berwirausaha, pemerintah akan membantu dengan memberikan pinjaman modal usaha dengan bunga 6 persen untuk per tahun. Permohonan kartu kuning (AK1) di Kantor Disnakersos Sleman juga terus terjadi hingga kemarin.
Dari pantauannya sebelum Lebaran, jumlahnya cenderung naik.Untuk Juli saja jumlahnya lebih dari 2.283 orang. “Saya lihat dari Selasa sampai Rabu kemarin saja ada 20 orang,baik yang mengajukan baru dan juga yang melakukan perpanjangan,”ungkapnya. Sebelumnya, dalam rangka memperingati HUT ke-67 RI, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan dalam masa kemerdekaan, tugas dan tanggung jawab generasi muda tidaklah semakin ringan, justru semakin berat.
Ditambah lagi masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran yang membelenggu masyarakat kita. Di Kabupaten Sleman saat ini masih terdapat 50.603 KK miskin dari 305.376 KK, dan angka pengangguran mencapai 39.921 orang.
(and)
Lihat Juga :