Lebaran, konsumsi Premium naik 100%
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 18:11 WIB
Lebaran, konsumsi Premium naik 100%
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (persero) mencatat adanya kenaikan penggunaan bahan bakar jenis Premium hingga dua kali lipat atau 100 persen saat arus mudik dan balik Lebaran di pulau Jawa tahun ini.
Vice Presiden (VP) Corporate Comunication PT Pertamina (persero) Ali Mudakir menyebutkan, adanya kenaikan penggunaan premium sebesar dua kali lipat pada H-3 hingga H+2 Lebaran.
"Jawa sangat bervariasi hampir 100 persen itu 3-H sampai H+2" terang Ali saat dihubungi via telepon selular, Jumat (24/8/2012).
Menurut Ali, jadi rata-ratanya untuk hari normal pada bulan Januari sampai Juni kalau di Jakarta sampai Cirebon 21 ribu kilo liter tapi pada saat ini naik dua kali lipat sekitar 40ribu (Kl) lebih.
Namun, untuk konsumsi Pertamax tidak ada peningkatan, karena menurut Ali ada pertimbangan biaya dalam menempuh perjalanan jauh.
"Pertamax sih konstan tidak ada peningkatan, karena rata-rata masyarakat dalam perjalanan jauh dan sensitif biaya," tutup Ali.
Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan kuota premium sampai akhir Juli 2012 mencapai 59 persen. Ini berarti, masih ada sisa premium sebanyak 41 persen.
Kepala BPH Migas, Andy Nursaman Someng, mengatakan, jika tidak ada realisasi pengendalian BBM subsidi, maka stok premium akan habis pada November mendatang. Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan tambahan pasokan BBM subsidi menjadi sekira 41-42 juta kiloliter (kl) dari awalnya 40 juta kl.
Vice Presiden (VP) Corporate Comunication PT Pertamina (persero) Ali Mudakir menyebutkan, adanya kenaikan penggunaan premium sebesar dua kali lipat pada H-3 hingga H+2 Lebaran.
"Jawa sangat bervariasi hampir 100 persen itu 3-H sampai H+2" terang Ali saat dihubungi via telepon selular, Jumat (24/8/2012).
Menurut Ali, jadi rata-ratanya untuk hari normal pada bulan Januari sampai Juni kalau di Jakarta sampai Cirebon 21 ribu kilo liter tapi pada saat ini naik dua kali lipat sekitar 40ribu (Kl) lebih.
Namun, untuk konsumsi Pertamax tidak ada peningkatan, karena menurut Ali ada pertimbangan biaya dalam menempuh perjalanan jauh.
"Pertamax sih konstan tidak ada peningkatan, karena rata-rata masyarakat dalam perjalanan jauh dan sensitif biaya," tutup Ali.
Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan kuota premium sampai akhir Juli 2012 mencapai 59 persen. Ini berarti, masih ada sisa premium sebanyak 41 persen.
Kepala BPH Migas, Andy Nursaman Someng, mengatakan, jika tidak ada realisasi pengendalian BBM subsidi, maka stok premium akan habis pada November mendatang. Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan tambahan pasokan BBM subsidi menjadi sekira 41-42 juta kiloliter (kl) dari awalnya 40 juta kl.
(gpr)
Lihat Juga :