Kenaikan TDL akan diajukan 16%

Selasa, 28 Agustus 2012 - 11:43 WIB
Kenaikan TDL akan diajukan...
Kenaikan TDL akan diajukan 16%
A A A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menyatakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di 2013 akan mencapai 16 persen. Angka tersebut nantinya akan diajukan dan dibicarakan ke Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Kita sedang cari jadwal untuk rapat kerja," ujar Jero seusai melaksanakan Halal bihalal di kantornya, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Dia menjelaskan, 16 persen kenaikan TDL akan diusulkan untuk tidak sekaligus, namun dicicil. Kemungkinan akan dibagi per kuartal atau menurutnya bisa saja kenaikan terjadi per bulan.

"Rencananya per kuartal, biar tidak terasa, kalau terus naik 1 persen kira-kira per bulan untuk membantu negeri kita, salah satunya turunkan subsidi. Jadi kalau ada rejeki kita bagi-bagi untuk rakyat kalau ada beban kita tanggung bersama," jelasnya.

Sedangkan, pengguna yang akan dikenakan kenaikan TDL, rencananya diperuntukan untuk 6.000 VA ke atas. "Kalau orang pakai 450 VA itu termasuk golongan bawah, kalau yang sudah 6.000-9.000 VA itu termasuk orang yang AC-nya 5, masa harus disubsidi banyak-banyak? Logika aja," pungkasnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengaku siap jika rencana pemerintah untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) per tiga bulan tahun depan.

"Pemerintah akan naikkan (TDL) setiap tiga bulan. Kita siap saja," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji, di kantornya, Jakarta, Senin 27 Agustus 2012.

Menurut Pamudji, hal tersebut di karenakan sistem pencatatan tarif listrik yang di gunakan PLN sudah menggunakan sistem komputerisasi. "Karena sudah sistem komputerisasi seluruh Indonesia, semua mengikuti jadi mudah. Kalau mau setiap bulan juga bisa, apalagi setiap tiga bulan," ungkap Pamudji.

Pamudji mengatakan, untuk kenaikan harga listrik nantinya akan dibahas dengan Direktur Jendral (Dirjen) listrik kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Nanti akan dibahas dengan Dirjen, itu kan policy pemerintah, ada beberapa jenis kwh. Kalau 60 kwh pertama harganya paling murah, 120 kwh berikutnya lebih mahal. Yang mana yang mau dinaikan ini akan dibahas Dirjen," jelas Pamudji.

Dengan adanya pengurangan subsidi listrik tersebut akan menimbulkan dampak ke PLN berupa subsidi yang diterima pemerintah akan berkurang. "Pendapatan PLN berasal dari pelanggan dan subsidi, kalau TDL naik, pendapatan dari pelanggan akan bertambah dan subsidi akan turun," tutup Pamudji.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
29 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
1 jam yang lalu
Ika Unpad Luncurkan...
Ika Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Dorong Transformasi Nasional
1 jam yang lalu
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Menguat...
IHSG Berakhir Menguat usai Libur Panjang, Hari Ini Sentuh Level 6.195
3 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Penawaran...
Jangan Lewatkan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Global Mediacom Tahap II Tahun 2026!
4 jam yang lalu
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved