RI kesulitan cari dana pembangunan infrastruktur
Selasa, 28 Agustus 2012 - 11:53 WIB
RI kesulitan cari dana pembangunan infrastruktur
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia hingga saat ini masih sangat terbuka menerima investasi baik dari domestik dan asing untuk pembangunan infrastruktur. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri mengakui tidak mudah mencari dana bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Di saat dunia masih mengalami dampak dari krisis keuangan global, pendanaan untuk pembangunan infrastruktur tentu menjadi semakin langka. Indonesia memerlukan investasi tidak kurang dari USD250 miliar," ujar SBY saat membuka Indonesia International Infrastruktur di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Karena itu, SBY menyebut, Indonesia membuka diri untuk pemerintah negara-negara lain serta kalangan swasta, agar berinvestasi.
"Untuk mendukung upaya ini, kita telah mengembangkan berbagai modalitas bagi kemitraan yang komprehensif dan strategis. Kita kembangkan skema public-private partnerships (PPP), yang Insya Allah akan menarik minat sektor swasta untuk berinvestasi," tambah dia.
Demi memfasilitasi pelaksanaan skema ini, tambah dia, pemerintah telah mengembangkan kerangka hukum dan regulasi yang kuat dan kompetitif bagi berbagai kegiatan pengadaan oleh para pemegang konsesi PPP ini.
"Pemerintah memandang penting peranan dari sektor swasta, dalam pelaksanaan proyek-proyek utama melalui skema PPP. Pada kesempatan yang baik ini, sekali lagi saya mengundang saudara-saudara para pimpinan dan wakil-wakil dunia usaha, yang hadir bersama kita di sini untuk berpartisipasi dalam skema ini," tandas dia.
"Di saat dunia masih mengalami dampak dari krisis keuangan global, pendanaan untuk pembangunan infrastruktur tentu menjadi semakin langka. Indonesia memerlukan investasi tidak kurang dari USD250 miliar," ujar SBY saat membuka Indonesia International Infrastruktur di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Karena itu, SBY menyebut, Indonesia membuka diri untuk pemerintah negara-negara lain serta kalangan swasta, agar berinvestasi.
"Untuk mendukung upaya ini, kita telah mengembangkan berbagai modalitas bagi kemitraan yang komprehensif dan strategis. Kita kembangkan skema public-private partnerships (PPP), yang Insya Allah akan menarik minat sektor swasta untuk berinvestasi," tambah dia.
Demi memfasilitasi pelaksanaan skema ini, tambah dia, pemerintah telah mengembangkan kerangka hukum dan regulasi yang kuat dan kompetitif bagi berbagai kegiatan pengadaan oleh para pemegang konsesi PPP ini.
"Pemerintah memandang penting peranan dari sektor swasta, dalam pelaksanaan proyek-proyek utama melalui skema PPP. Pada kesempatan yang baik ini, sekali lagi saya mengundang saudara-saudara para pimpinan dan wakil-wakil dunia usaha, yang hadir bersama kita di sini untuk berpartisipasi dalam skema ini," tandas dia.
(gpr)
Lihat Juga :