SBY : Pembangunan infrastruktur hapus kesenjangan sosial
Selasa, 28 Agustus 2012 - 11:59 WIB
SBY : Pembangunan infrastruktur hapus kesenjangan sosial
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Infrastruktur selain menjadi pilar utama dari pertumbuhan ekonomi, juga menjadi komponen penting bagi pencapaian pertumbuhan berkelanjutan yang berkeadilan.
"Untuk tujuan itulah, saya telah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Di bawah masterplan ini, sebanyak 135 proyek pembangunan infrastruktur dan sektor riil telah dimulai, dengan nilai investasi lebih dari Rp490 triliun," katanya dalam sambutannya pada acara Indonesia Internasional Infrastructure Conference dan Exhibition 2012, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Menurut dia, melalui MP3EI selain Pulau Jawa dan Sumatera yang relatif sudah lebih berkembang, kawasan-kawasan di Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku, serta di Kepulauan Nusa Tenggara menjadi perhatian utama dalam pengembangan infrasturktur.
Dia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur di Tanah Air menjadi sangat penting dan strategis, karena berperan pula dalam upaya memperkecil kesenjangan pembangunan, baik di antara kelompok masyarakat, di antara kota-kota, dan di antara daerah-daerah.
"Di Indonesia bagian Timur misalnya, kita harus bekerja lebih keras untuk menanggulangi tingginya harga-harga barang, serta memperbaiki akses masyarakat terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan yang lebih layak," jelasnya.
Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur juga memiliki multiplier effects yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, serta meningkatkan keterhubungan dan aktivitas ekonomi.
Selain itu, pembangunan infrastruktur pada akhirnya akan membuka lapangan pekerjaan, dan memfasilitasi pertumbuhan sektor industri dan usaha kecil menengah, yang merupakan tulang punggung ketahanan ekonomi Indonesia.
"Untuk tujuan itulah, saya telah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Di bawah masterplan ini, sebanyak 135 proyek pembangunan infrastruktur dan sektor riil telah dimulai, dengan nilai investasi lebih dari Rp490 triliun," katanya dalam sambutannya pada acara Indonesia Internasional Infrastructure Conference dan Exhibition 2012, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Menurut dia, melalui MP3EI selain Pulau Jawa dan Sumatera yang relatif sudah lebih berkembang, kawasan-kawasan di Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku, serta di Kepulauan Nusa Tenggara menjadi perhatian utama dalam pengembangan infrasturktur.
Dia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur di Tanah Air menjadi sangat penting dan strategis, karena berperan pula dalam upaya memperkecil kesenjangan pembangunan, baik di antara kelompok masyarakat, di antara kota-kota, dan di antara daerah-daerah.
"Di Indonesia bagian Timur misalnya, kita harus bekerja lebih keras untuk menanggulangi tingginya harga-harga barang, serta memperbaiki akses masyarakat terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan yang lebih layak," jelasnya.
Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur juga memiliki multiplier effects yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, serta meningkatkan keterhubungan dan aktivitas ekonomi.
Selain itu, pembangunan infrastruktur pada akhirnya akan membuka lapangan pekerjaan, dan memfasilitasi pertumbuhan sektor industri dan usaha kecil menengah, yang merupakan tulang punggung ketahanan ekonomi Indonesia.
(gpr)
Lihat Juga :