Lebaran, Tegal paling banyak tenggak Premium
Selasa, 28 Agustus 2012 - 20:19 WIB
Lebaran, Tegal paling banyak tenggak Premium
A
A
A
Sindonews.com - Dari sekian banyak kota yang menjadi pantauan khusus Pertamina, ternyata Lebaran tahun ini, Tegal lebih banyak meminum premium. Selain lokasi yang berada pada rute jalur Pantura, kota ini juga sebagai tempat peristirahatan pemudik. Sehingga banyak yang memilih mengisi BBM di SPBU kota tersebut.
"Tahun lalu Tegal ini juga yang paling besar, dan sekarang juga," ungkap Senior Vice President Fuel Marketing & Distribution Pertamina, Suhartoko dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Dari laporannya, konsumsi BBM jenis premium di Tegal mampu mencapai 1.704 Kilo liter (KL) pada H-1 Lebaran. Angka ini naik 180 persen atau tiga kali lipat jika dibandingkan dengan hari biasanya. "Normal itu Tegal hanya 600 KL per hari," jelasnya.
Sedangkan untuk jenis Solar, Tegal juga mencatat kenaikan tertinggi dengan puncak pada H-2 dengan 664 KL. Atau dapat dikatakan naik 31 persen dari waktu normal.
Suhartoko menilai pihaknya dapat mengatasi persoalan tersebut dari segi pasokan. Dari kemampuan terminal BBM yang sudah disediakan, menurutnya telah mengakomodir kenaikan konsumsi ini. Pada kegiatan normal, pengisian BBM ke SPBU itu hanya membutuhkan waktu 8 jam. Sehingga, kalau diperlukan pengisian dapat mencapai 300 persen. "Itu memang terbukti di terminal, nah keluar terminal menuju SPBU baru ada kendala," tambahnya.
Salah satu kendalanya, adalah kemacetan yang memang tidak terhindarkan. Walaupun ada beberapa SPBU yang terlambat pengisian, namun tidak berlangsung lama. "Pada monitoring itu tidak ada warna merah, jadi menandakan tidak ada kelangkaan stok," tutupnya.
"Tahun lalu Tegal ini juga yang paling besar, dan sekarang juga," ungkap Senior Vice President Fuel Marketing & Distribution Pertamina, Suhartoko dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Dari laporannya, konsumsi BBM jenis premium di Tegal mampu mencapai 1.704 Kilo liter (KL) pada H-1 Lebaran. Angka ini naik 180 persen atau tiga kali lipat jika dibandingkan dengan hari biasanya. "Normal itu Tegal hanya 600 KL per hari," jelasnya.
Sedangkan untuk jenis Solar, Tegal juga mencatat kenaikan tertinggi dengan puncak pada H-2 dengan 664 KL. Atau dapat dikatakan naik 31 persen dari waktu normal.
Suhartoko menilai pihaknya dapat mengatasi persoalan tersebut dari segi pasokan. Dari kemampuan terminal BBM yang sudah disediakan, menurutnya telah mengakomodir kenaikan konsumsi ini. Pada kegiatan normal, pengisian BBM ke SPBU itu hanya membutuhkan waktu 8 jam. Sehingga, kalau diperlukan pengisian dapat mencapai 300 persen. "Itu memang terbukti di terminal, nah keluar terminal menuju SPBU baru ada kendala," tambahnya.
Salah satu kendalanya, adalah kemacetan yang memang tidak terhindarkan. Walaupun ada beberapa SPBU yang terlambat pengisian, namun tidak berlangsung lama. "Pada monitoring itu tidak ada warna merah, jadi menandakan tidak ada kelangkaan stok," tutupnya.
(gpr)