Kenaikan TDL pasti pengaruhi sektor UKM
Rabu, 29 Agustus 2012 - 14:17 WIB
Kenaikan TDL pasti pengaruhi sektor UKM
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI, Sarman Simanjorang memandang kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sudah pasti berpengaruh terhadap para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).
Pandangan Sarman tersebut, bertentangan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik beberapa waktu lalu yang menyebutkan, kenaikan TDL tidak akan berpengaruh kepada pengusaha UKM.
"Kenaikan TDL tentu sangat berpengruh lah, tentu berpengaruh. Tidak mungkin tidak berpengaruh," kata Sarman saat dihubungi Sindonews, Rabu (29/8/2012).
Dirinya berpandangan, pengaruh terbesar yang dialami para pelaku usah UKM terutama menyentuh sektor biaya produksi yang meningkat akibat hal tersebut. "Bagi pengusaha pengaruhnya tentu pasti, karena biaya produksi pasti naik," tambahnya lagi.
Sarman menambahkan, beban TDL tersebut bagi pengusaha, agaknya menambah daftar beban yang harus dipikul para pelaku usaha setelah sebelumnya pemerintah mengesahkan peraturan yang baru soal Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
"Padahal pengusaha juga kan baru saja dibebani dengan UMP yang baru disahkan pemerintah, jadi (dengan kenaikan TDL) bebannya bertambah," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, dengan kenaikan sebesar 1 persen setiap bulannya hingga mencapai 15 persen, para pengusaha usaha kecil menengah (UKM) tidak akan keberatan dan dirugikan. Menurutnya, UKM akan tetap mendapatkan keuntungan yang cukup besar dalam menjalankan usahanya.
"Sebesar 15-16 persen (kenaikan), kami mengusulkan dicicil, tidak sekaligus. Rencananya perkuartal, biar tidak terasa. Kalau terus naik 1 persen kira-kira per bulan untuk membantu negeri kita. Orang yang membayar listrik Rp200.000, naik Rp2.000 per bulan pasti mampu, demi mengurangi subsidi. Jadi, kalau ada rezeki kita bagi-bagi untuk rakyat, kalau ada beban kita tanggung bersama," ujar Jero Wacik seusai acara Halal Bi Halal, di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.
Baca ulasannya di Koran Sindo
Pandangan Sarman tersebut, bertentangan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik beberapa waktu lalu yang menyebutkan, kenaikan TDL tidak akan berpengaruh kepada pengusaha UKM.
"Kenaikan TDL tentu sangat berpengruh lah, tentu berpengaruh. Tidak mungkin tidak berpengaruh," kata Sarman saat dihubungi Sindonews, Rabu (29/8/2012).
Dirinya berpandangan, pengaruh terbesar yang dialami para pelaku usah UKM terutama menyentuh sektor biaya produksi yang meningkat akibat hal tersebut. "Bagi pengusaha pengaruhnya tentu pasti, karena biaya produksi pasti naik," tambahnya lagi.
Sarman menambahkan, beban TDL tersebut bagi pengusaha, agaknya menambah daftar beban yang harus dipikul para pelaku usaha setelah sebelumnya pemerintah mengesahkan peraturan yang baru soal Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
"Padahal pengusaha juga kan baru saja dibebani dengan UMP yang baru disahkan pemerintah, jadi (dengan kenaikan TDL) bebannya bertambah," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, dengan kenaikan sebesar 1 persen setiap bulannya hingga mencapai 15 persen, para pengusaha usaha kecil menengah (UKM) tidak akan keberatan dan dirugikan. Menurutnya, UKM akan tetap mendapatkan keuntungan yang cukup besar dalam menjalankan usahanya.
"Sebesar 15-16 persen (kenaikan), kami mengusulkan dicicil, tidak sekaligus. Rencananya perkuartal, biar tidak terasa. Kalau terus naik 1 persen kira-kira per bulan untuk membantu negeri kita. Orang yang membayar listrik Rp200.000, naik Rp2.000 per bulan pasti mampu, demi mengurangi subsidi. Jadi, kalau ada rezeki kita bagi-bagi untuk rakyat, kalau ada beban kita tanggung bersama," ujar Jero Wacik seusai acara Halal Bi Halal, di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.
Baca ulasannya di Koran Sindo
(gpr)
Lihat Juga :