DPR belum terima pengajuan kenaikan TDL
Kamis, 30 Agustus 2012 - 13:52 WIB
DPR belum terima pengajuan kenaikan TDL
A
A
A
Sindonews.com - Kendati telah santer diberitakan, usulan kenaikan Tarif Daftar Listrik (TDL) secara resmi belum disampaikan pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Anggota DPR Komisi VII, Dewi Ariyani mengutarakan, sampai saat ini timnya di Komisi VII DPR RI belum menerima usulan pemerintah terkait rencana menaikkan tarif dasar listrik tersebut. "Rencana usulan secara resmi belum disampaikan ke DPR," terangnya kepada Sindonews saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kamis (30/8/2012).
Seperti diketahui, pemerintah terus mematangkan rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) yang akan diberlakukan tahun depan. Salah satu opsi yang muncul, yakni menaikkan tarif listrik sebesar 1 persen per bulan hingga mencapai 16 persen.
Opsi itu merupakan alternatif dari skenario kenaikan sebesar 4 persen tiap triwulan. “Jadi misalnya dari bayar Rp200 ribu, lalu naik sebesar Rp2.000 per bulan, pasti masyarakat mampu. Ini demi mengurangi subsidi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik beberapa waktu lalu.
Dia berharap masyarakat tidak keberatan dengan rencana kenaikan TTL yang dilakukan secara bertahap. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan waktu yang tepat untuk membahas opsi tersebut dengan DPR.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2013 kepada DPR, 16 Agustus 2012 lalu, mengatakan bahwa penyesuaian tarif listrik dibutuhkan untuk menurunkan beban subsidi energi. Subsidi listrik pada RAPBN 2013 dianggarkan Rp80,9 triliun, meningkat dibandingkan APBN-P 2012 sebesar Rp65 triliun.
Baca ulasannya di Koran Sindo
Anggota DPR Komisi VII, Dewi Ariyani mengutarakan, sampai saat ini timnya di Komisi VII DPR RI belum menerima usulan pemerintah terkait rencana menaikkan tarif dasar listrik tersebut. "Rencana usulan secara resmi belum disampaikan ke DPR," terangnya kepada Sindonews saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kamis (30/8/2012).
Seperti diketahui, pemerintah terus mematangkan rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) yang akan diberlakukan tahun depan. Salah satu opsi yang muncul, yakni menaikkan tarif listrik sebesar 1 persen per bulan hingga mencapai 16 persen.
Opsi itu merupakan alternatif dari skenario kenaikan sebesar 4 persen tiap triwulan. “Jadi misalnya dari bayar Rp200 ribu, lalu naik sebesar Rp2.000 per bulan, pasti masyarakat mampu. Ini demi mengurangi subsidi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik beberapa waktu lalu.
Dia berharap masyarakat tidak keberatan dengan rencana kenaikan TTL yang dilakukan secara bertahap. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan waktu yang tepat untuk membahas opsi tersebut dengan DPR.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2013 kepada DPR, 16 Agustus 2012 lalu, mengatakan bahwa penyesuaian tarif listrik dibutuhkan untuk menurunkan beban subsidi energi. Subsidi listrik pada RAPBN 2013 dianggarkan Rp80,9 triliun, meningkat dibandingkan APBN-P 2012 sebesar Rp65 triliun.
Baca ulasannya di Koran Sindo
(gpr)
Lihat Juga :