TDL naik, jangan kambing hitamkan subsidi

Kamis, 30 Agustus 2012 - 13:53 WIB
TDL naik, jangan kambing...
TDL naik, jangan kambing hitamkan subsidi
A A A
Sindonews.com - Alasan pemerintah merencanakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang menyebutkan penyesuaian tarif listrik adalah untuk menurunkan beban subsidi energi nasional, mendapat reaksi keras dari dari kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Anggota Komisi VII DPR RI asal fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dewi Ariyani berpendapat, pemerintah tidak sepantasnya menjadikan subsidi sebagai alasan atas terjadinya defisit anggaran. "Subsidi jangan jadi kambing hitam terjadinya defisit anggaran," tegas Dewi kepada Sindonews saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kamis (30/8/2012).

Menurutnya, subsidi memanglah merupakan kewajiban pemerintah sebagai upaya meringankan beban rakyat sebagai salah satu amanat undang-undang. "Subsidi itu keharusan yang memang menjadi tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi amanat konstitusi untuk rakyatnya," sambungnya.

Lebih lanjut Dewi menyarankan, agar bagaimana pemerintah dapat menganalisa opsi lainnya guna memaksimalkan anggaran yang ada pada porsi yang tepat, ketimbang hanya menyalahkan jebolnya kuota subsidi sebagai biang keladi terjadinya defisit negara.

"Rakyat berhak tau bagaimana kinerja pemerintah dalam membelanjakan anggaran dan membagi porsi subsidi. Pemasukan negara perlu dibedah asal usul dan jumlah yang bisa dimaksimalisasi," simpulnya.

Seperti diketahui, pemerintah terus mematangkan rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) yang akan diberlakukan tahun depan. Salah satu opsi yang muncul, yakni menaikkan tarif listrik sebesar 1 persen per bulan hingga mencapai 16 persen.

Opsi itu merupakan alternatif dari skenario kenaikan sebesar 4 persen tiap triwulan. “Jadi misalnya dari bayar Rp200 ribu, lalu naik sebesar Rp2.000 per bulan, pasti masyarakat mampu. Ini demi mengurangi subsidi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik beberapa waktu lalu.

Dia berharap masyarakat tidak keberatan dengan rencana kenaikan TTL yang dilakukan secara bertahap. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan waktu yang tepat untuk membahas opsi tersebut dengan DPR.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2013 kepada DPR, 16 Agustus 2012 lalu, mengatakan bahwa penyesuaian tarif listrik dibutuhkan untuk menurunkan beban subsidi energi. Subsidi listrik pada RAPBN 2013 dianggarkan Rp80,9 triliun, meningkat dibandingkan APBN-P 2012 sebesar Rp65 triliun.

Baca ulasannya di Koran Sindo
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
2 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
2 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
3 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
3 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
4 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
4 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved