Terjadi gangguan 'serupa', BEI siap disanksi
Kamis, 30 Agustus 2012 - 15:30 WIB
Terjadi gangguan 'serupa', BEI siap disanksi
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito menanggapi positif ancaman Menteri Keuangan Agus Martowardojo pasca insiden terputusnya koneksi sistem remote trading di BEI yang terjadi Senin 27 Agustus 2012 kemarin.
Ito memandang, sanksi tersebut sebagai salah satu kontrol yang dilakukan pemerintah, agar hal serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. "Kalau saya baca di koran, kalau ada gangguan yang 'serupa'. Artinya tidak boleh kejadian yang sama, itu saja," terang Ito kepada wartawan, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/8/2012).
Diakui Ito, guna mencegah hal serupa terjadi lagi di masa mendatang, pihaknya akan mewajibkan setiap Vendor agar terkoneksi langsung dengan sistem di Disaster Recover Center (DRC) BEI. Dengan demikian DRC dapat bekerja secara maksimal jika sewaktu-waktu insiden terputusnya koneksi di BEI terjadi lagi.
"Bagaimana seperti yang kita sampaikan, kita akan wajibkan data vendor punya koneksi baik punya koneksi dengan kami. Kami harap itu secepatnya," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo melakukan kunjungan mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurutnya, yang terpenting untuk dilakukan sekarang ini adalah meyakinkan para investor dan broker bahwa semuanya baik-baik saja. "Kemarin ada satu kejadian hardware yang kemudian sistem dialihkan ke DRC, semuanya berjalan dengan baik tetapi klien yang menggunakan fasilitas utama tidak terkoneksi semua dengan DRC, ini yang perlu diperbaiki ke depan," ungkapnya usai ditemui dalam kunjungan ke BEI, di Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.
Agus menegaskan bahwa pihak BEI harus mendispilinkan anggota bursa dan vendor agar semua terkoneksi ke sistem vendor, sehingga semuanya mendapatkan informasi yang sama. Namun ternyata ada empat data vendor yang tidak terhubung.
"Saya ingin menyampaikan bahwa hal ini memang sudah terjadi dan tidak akan terulang, apa yang ada sudah bisa diperbaiki dan bisa berjalan dengan normal. BEI dan Bapepam akan terus menjaga agar bisa berjalan dengan baik," jelasnya.
Ito memandang, sanksi tersebut sebagai salah satu kontrol yang dilakukan pemerintah, agar hal serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. "Kalau saya baca di koran, kalau ada gangguan yang 'serupa'. Artinya tidak boleh kejadian yang sama, itu saja," terang Ito kepada wartawan, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/8/2012).
Diakui Ito, guna mencegah hal serupa terjadi lagi di masa mendatang, pihaknya akan mewajibkan setiap Vendor agar terkoneksi langsung dengan sistem di Disaster Recover Center (DRC) BEI. Dengan demikian DRC dapat bekerja secara maksimal jika sewaktu-waktu insiden terputusnya koneksi di BEI terjadi lagi.
"Bagaimana seperti yang kita sampaikan, kita akan wajibkan data vendor punya koneksi baik punya koneksi dengan kami. Kami harap itu secepatnya," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo melakukan kunjungan mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurutnya, yang terpenting untuk dilakukan sekarang ini adalah meyakinkan para investor dan broker bahwa semuanya baik-baik saja. "Kemarin ada satu kejadian hardware yang kemudian sistem dialihkan ke DRC, semuanya berjalan dengan baik tetapi klien yang menggunakan fasilitas utama tidak terkoneksi semua dengan DRC, ini yang perlu diperbaiki ke depan," ungkapnya usai ditemui dalam kunjungan ke BEI, di Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.
Agus menegaskan bahwa pihak BEI harus mendispilinkan anggota bursa dan vendor agar semua terkoneksi ke sistem vendor, sehingga semuanya mendapatkan informasi yang sama. Namun ternyata ada empat data vendor yang tidak terhubung.
"Saya ingin menyampaikan bahwa hal ini memang sudah terjadi dan tidak akan terulang, apa yang ada sudah bisa diperbaiki dan bisa berjalan dengan normal. BEI dan Bapepam akan terus menjaga agar bisa berjalan dengan baik," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :