Laba tergerus 93,13%, Indorama optimistis bangkit
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 19:17 WIB
Laba tergerus 93,13%, Indorama optimistis bangkit
A
A
A
Sindonews.com - Ditengah kondisi ekonomi global yang masih melambat, PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) mencatatkan laba bersih semester I-2012 terjun hingga ke level USD1,4 juta atau turun sebesar 93,13 persen.
Penurunan laba tersebut juga diwarnai penurunan penjualan produk. Jika pada Semester I-2011 perusahaan masih mencetak laba USD20,4, juta yang diperoleh dari penjualan produk mencapai USD405,4 juta, saat ini perusaan mencatat penjualan hanya sebesar USD396,8 juta.
Pada public expose yang dilakukan perseroan hari ini, Chief Financial Officer INDR, VS Baldwa menilai, penurunan harga bahan baku disinyalir sebagai biang keladi penurunan tersebut.
"Semester pertama tahun lalu harga kapas mencapai rekor tertinggi USD2,25 per pon. Semester pertama tahun ini sudah di level normal, yaitu USD0,7-USD0,8 per pon," papar Baldwa di gedung BEI Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Kendati demikian, Baldwa optimis kondisi tersebut akan segera membaik dengan target penjualan hingga USD820 juta. "Penjualan kami akhir tahun lalu sebesar USD781. Tahun ini kami perkirakan angkanya di kisaran USD750 juta-USD820 juta atau plus-minus 5 persen dari angka tahun lalu," ujar Baldwa.
Penurunan laba tersebut juga diwarnai penurunan penjualan produk. Jika pada Semester I-2011 perusahaan masih mencetak laba USD20,4, juta yang diperoleh dari penjualan produk mencapai USD405,4 juta, saat ini perusaan mencatat penjualan hanya sebesar USD396,8 juta.
Pada public expose yang dilakukan perseroan hari ini, Chief Financial Officer INDR, VS Baldwa menilai, penurunan harga bahan baku disinyalir sebagai biang keladi penurunan tersebut.
"Semester pertama tahun lalu harga kapas mencapai rekor tertinggi USD2,25 per pon. Semester pertama tahun ini sudah di level normal, yaitu USD0,7-USD0,8 per pon," papar Baldwa di gedung BEI Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Kendati demikian, Baldwa optimis kondisi tersebut akan segera membaik dengan target penjualan hingga USD820 juta. "Penjualan kami akhir tahun lalu sebesar USD781. Tahun ini kami perkirakan angkanya di kisaran USD750 juta-USD820 juta atau plus-minus 5 persen dari angka tahun lalu," ujar Baldwa.
(gpr)
Lihat Juga :