Jumlah saham per lot dikurangi

Sabtu, 01 September 2012 - 10:53 WIB
Jumlah saham per lot...
Jumlah saham per lot dikurangi
A A A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengurangi jumlah saham per lot dari 500 lembar menjadi 100 lembar saham. Bursa berharap kebijakan tersebut bisa diterapkan awal 2013.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Samsul Hidayat mengatakan, kajian rencana yang diyakini bisa meningkatkan jumlah investor ritel tersebut telah selesai dilakukan. Saat ini BEI tengah melakukan berbagai persiapan, agar bisa menerapkan kebijakan pengurangan jumlah saham per lot awal tahun depan.

“Ada beberapa sistem yang harus direvisi agar rencana tersebut bisa berjalan seperti yang diharapkan.Seperti sistem perdagangan serta infrastruktur,” ujar Samsul di Jakarta kemarin.

Menurut Samsul, otoritas bursa tengah memikirkan apakah perubahan regulasi pengurangan jumlah saham per lot cukup dengan keputusan direksi dengan persetujuan Bapepam- LK atau merevisi Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Dari dua pilihan tersebut, tampaknya BEI lebih condong merevisi Peraturan Nomor IIA. Hal itu sesuai dengan masukan Bapepam-LK.

Dalam waktu dekat, kata dia, BEI akan melakukan sosialisasi kepada anggota bursa (AB) dan mulai melakukan uji coba sistem. Hal ini untuk memastikan kemampuan sistem dan infrastruktur yang ada. “Jangan sampai ketika mulai diberlakukan mengalami gangguan sistem,” ujarnya. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen menambahkan, pengurangan jumlah saham per lot akan meningkatkan transaksi di pasar modal, sekaligus sebagai langkah awal meningkatkan kuantitas dan kualitas pasar modal Indonesia.

“Bukan tidak mungkin di masa mendatang,jumlah per lot sama dengan per unit saham,” kata dia. Namun tentu saja, lanjut Hoesen, untuk menuju ke sana BEI harus mempersiapkan infrastruktur yang dimilikinya. Diyakini hal itu akan meningkatkan jumlah transaksi online trading yang saat ini masih kurang dari satu juta transaksi. Pada saat ini, kapasitas yang dimiliki BEI mencapai 2,5 juta perdagangan dengan lima juta order.

Menurut Hoesen, pengurangan jumlah saham per lot tidak membeda-bedakan harga per saham, baik yang harganya tinggi maupun rendah. Diharapkan hal itu tidak membuat investor tertarik melakukan aksi “goreng-menggoreng” saham.“Melainkan meningkatkan kedewasaan investor dengan meningkatkan kualitas investasinya, sehingga pasar modal Indonesia semakin berkualitas,” jelas Hoesen.

Sementara itu, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, rencana pengurangan jumlah saham per lot sangatlah positif karena akan memperluas jangkauan investor. Khususnya sahamsaham blue chipsyang harganya sudah cukup mahal. “Mungkin banyak investor yang sebenarnya tertarik membeli saham blue chips. Tapi karena harganya mahal dan diharuskan membeli 500 lembar saham, tidak jadi membeli,” tutur dia.

Menurut Edwin, rencana tersebut juga akan menarik calon investor baru. Baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, sehingga akan meningkatkan likuiditas saham karena berpotensi akan semakin sering ditransaksikan. “ Khususnya yang selama ini masuk dalam kategori saham tidur.Tentunya hal itu harus diiringi dengan peningkatan fundamental emiten,”katanya.

Dia mengatakan, rencana tersebut relatif lebih baik dibandingkan jika bursa meminta emiten melakukan aksi korporasi pemecahan saham (stock split).Karena banyak emiten yang enggan melakukan aksi korporasi tersebut karena cenderung ingin eksklusif.(dna)

(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
15 menit yang lalu
Heboh Pengadaan Kipas...
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry: Saya Tidak Tahu
41 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Pasok BBM ke SPBU, Ajak Masyarakat Awasi Penyalahgunaan Subsidi
1 jam yang lalu
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
1 jam yang lalu
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
2 jam yang lalu
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved