Rainbow Cake ala BiteMe
Minggu, 02 September 2012 - 11:20 WIB
Rainbow Cake ala BiteMe
A
A
A
Sindonews.com - Dalam beberapa bulan terakhir, jenis bolu dengan aneka warna pelangi, ramai ditemukan di sejumlah outlet makanan. Warna-warnanya yang beragam begitu menarik perhatian.
Tak heran jika banyak yang penasaran mencicipi kudapan yang akrab disebut rainbow cake ini. Tidak hanya di toko roti biasa, di hotel berbintang pun kini sudah lumrah ditemukan raibbow cake dengan model dan rasa yang beragam. Di antara sekian banyak pembuat kue berwarna pelangi itu,“BiteMe Rainbow Cake” boleh dibilang salah satu yang mempopulerkannya.
Adalah Leny Farah, bersama suaminya, Megat Zaim, yang sejak setahun lalu membuat rainbow cake dikediamannya di Giriloka, BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Tak dinyana, usahanya yang mengandalkan pemasaran melalui media sosial dan internet itu pun berkembang pesat. Banyaknya pesanan dari pelanggan memaksa Farah dan Megat memindahkan lokasi usahanya dari semula di rumah ke tempat yang lebih luas di Taman Tekno BSD, tak jauh dari kediamannya.
Perihal merek kuenya, Farah sengaja menggunakan nama BiteMe Rainbow Cake karena dianggap cukup menjual. Dia sendiri mengaku pertama kali mencicipi kue pelangi itu sewaktu kuliah di Melbourne, Australia, beberapa tahun lalu. “Rasanya bikin gemes di lidah,” ujar Leny kepada SINDO beberapa waktu lalu.
Sepulang dari Negeri Kanguru, alumnus Monash University, Melbourne itu mencoba membuka usaha rumahan berupa kue pelangi, seperti yang dia temukan di Australia. “Kami memulainya di November 2011, menjualnya, dengan cara online memanfaatkan media jejaring Facebook, Twitter, dan BlackBerry,” kata ibu satu orang putra ini. Farah dan Megat pun melihat peluang dalam bisnis kue pelangi cukup besar.
Keduanya pun memutuskan untuk fokus mengembangkan bisnis dengan modal awal sekitar Rp20 juta. Bagi Farah, bisnis ini sejak awal mengusung konsep usaha keluarga. “Selain suami, alhamdulillah kami didukung tenaga dan pikiran dari keluarga demi mengembangkan bisnis ini. Saya lihat prospeknya bagus,”ucapnya.
Awalnya mengantar kue pesanan dari rumah ke rumah bagi Farah memang bukan pekerjaan mudah. Namun dengan intensitas dan konsistensi melayani pelanggan, akhirnya omzet semakin bertambah seiring banyaknya pesanan yang datang. “Kalau dihitung kotor, omzet saat ini tidak kurang dari Rp200 juta. Kuncinya fokus melayani pelanggan dan membuat variasi baru,” ucap perempuan kelahiran tahun 1985 itu.
Di lokasi usaha yang baru di Taman Tekno BSD, usaha BiteMe Rainbow berkembang pesat. Farah yang dibantu para pegawainya bisa memproduksi 30– 50kue pesanan siap antar per hari. Farah pun kini memiliki pegawai hingga belasan orang, yang terdiri atas 6 juru masak, 3 kurir pengantar dilengkapi kendaraan dan boks, dan sisanya mengurus administrasi dan marketing.
Yang unik, Farah membekali tenaga pemasarannya dengan BlackBerry. Dia mengaku memanfaatkan kecanggihan smartphone asal Kanada itu untuk mendatangkan pelanggan melalui promo yang tidak henti-hentinya disebar melalui BlackBerry Messenger. Farah juga memanjakan pegawai marketing dan kurir pengantar dengan bonus yang maksimal. “Itu di luar tips yang kadang, ada saja pelanggan yang berbaik hati,”katanya.
Produksi meningkat dan jumlah pelanggan bertambah membuat Farah semakin tertantang. Dia juga tidak segan menampung keluhan pelanggan dan berusaha memperbaiki kualitas kue pelangi. “Tantangannya semakin besar. Ada yang bilang harganya kemahalan atau ada lagi yang bertanya kenapa tidak menjual resep saja,”kata Farah. Bagi Farah, persoalan harga tidak menjadi masalah selama sebanding dengan kualitas.
Baginya, kualitas bahan memang dirancang tidak seperti adonan kue pada umumnya. “Kita tidak menggunakan margarin sama sekali. Begitu juga dengan pewarnanya, berasal dari bahan berkualitas,” katanya. Tidak heran jika produksi BiteMe Rainbow Cake bisa tahan lama jika disimpan di lemari pendingin. (mai)
Tak heran jika banyak yang penasaran mencicipi kudapan yang akrab disebut rainbow cake ini. Tidak hanya di toko roti biasa, di hotel berbintang pun kini sudah lumrah ditemukan raibbow cake dengan model dan rasa yang beragam. Di antara sekian banyak pembuat kue berwarna pelangi itu,“BiteMe Rainbow Cake” boleh dibilang salah satu yang mempopulerkannya.
Adalah Leny Farah, bersama suaminya, Megat Zaim, yang sejak setahun lalu membuat rainbow cake dikediamannya di Giriloka, BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Tak dinyana, usahanya yang mengandalkan pemasaran melalui media sosial dan internet itu pun berkembang pesat. Banyaknya pesanan dari pelanggan memaksa Farah dan Megat memindahkan lokasi usahanya dari semula di rumah ke tempat yang lebih luas di Taman Tekno BSD, tak jauh dari kediamannya.
Perihal merek kuenya, Farah sengaja menggunakan nama BiteMe Rainbow Cake karena dianggap cukup menjual. Dia sendiri mengaku pertama kali mencicipi kue pelangi itu sewaktu kuliah di Melbourne, Australia, beberapa tahun lalu. “Rasanya bikin gemes di lidah,” ujar Leny kepada SINDO beberapa waktu lalu.
Sepulang dari Negeri Kanguru, alumnus Monash University, Melbourne itu mencoba membuka usaha rumahan berupa kue pelangi, seperti yang dia temukan di Australia. “Kami memulainya di November 2011, menjualnya, dengan cara online memanfaatkan media jejaring Facebook, Twitter, dan BlackBerry,” kata ibu satu orang putra ini. Farah dan Megat pun melihat peluang dalam bisnis kue pelangi cukup besar.
Keduanya pun memutuskan untuk fokus mengembangkan bisnis dengan modal awal sekitar Rp20 juta. Bagi Farah, bisnis ini sejak awal mengusung konsep usaha keluarga. “Selain suami, alhamdulillah kami didukung tenaga dan pikiran dari keluarga demi mengembangkan bisnis ini. Saya lihat prospeknya bagus,”ucapnya.
Awalnya mengantar kue pesanan dari rumah ke rumah bagi Farah memang bukan pekerjaan mudah. Namun dengan intensitas dan konsistensi melayani pelanggan, akhirnya omzet semakin bertambah seiring banyaknya pesanan yang datang. “Kalau dihitung kotor, omzet saat ini tidak kurang dari Rp200 juta. Kuncinya fokus melayani pelanggan dan membuat variasi baru,” ucap perempuan kelahiran tahun 1985 itu.
Di lokasi usaha yang baru di Taman Tekno BSD, usaha BiteMe Rainbow berkembang pesat. Farah yang dibantu para pegawainya bisa memproduksi 30– 50kue pesanan siap antar per hari. Farah pun kini memiliki pegawai hingga belasan orang, yang terdiri atas 6 juru masak, 3 kurir pengantar dilengkapi kendaraan dan boks, dan sisanya mengurus administrasi dan marketing.
Yang unik, Farah membekali tenaga pemasarannya dengan BlackBerry. Dia mengaku memanfaatkan kecanggihan smartphone asal Kanada itu untuk mendatangkan pelanggan melalui promo yang tidak henti-hentinya disebar melalui BlackBerry Messenger. Farah juga memanjakan pegawai marketing dan kurir pengantar dengan bonus yang maksimal. “Itu di luar tips yang kadang, ada saja pelanggan yang berbaik hati,”katanya.
Produksi meningkat dan jumlah pelanggan bertambah membuat Farah semakin tertantang. Dia juga tidak segan menampung keluhan pelanggan dan berusaha memperbaiki kualitas kue pelangi. “Tantangannya semakin besar. Ada yang bilang harganya kemahalan atau ada lagi yang bertanya kenapa tidak menjual resep saja,”kata Farah. Bagi Farah, persoalan harga tidak menjadi masalah selama sebanding dengan kualitas.
Baginya, kualitas bahan memang dirancang tidak seperti adonan kue pada umumnya. “Kita tidak menggunakan margarin sama sekali. Begitu juga dengan pewarnanya, berasal dari bahan berkualitas,” katanya. Tidak heran jika produksi BiteMe Rainbow Cake bisa tahan lama jika disimpan di lemari pendingin. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :