Menkeu: Inflasi masih di luar harapan
Senin, 03 September 2012 - 14:37 WIB
Menkeu: Inflasi masih di luar harapan
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan inflasi yang masih berada di kisaran 0,95 persen, diakui Menteri keuangan, Agus Martowardojo masih jauh dari harapannya.
"Harapannya di 0,6 persen atau 0,7 persen maksimal 0,8 persen lah. Ini tentu masih ada faktor Ramadhan gitu," ungkap Agus dalam saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (3/9/2012)..
Lebih lanjut Agus menerangkan, inflasi yang berada di level 0,95 persen tersebut mengakibatkan year on year (YoY) menyentuh angka 4,56. Kendati demikian, secara umum jika year on year masih dibawah 5 persen, maka hal tersebut masih menunjukkan kondisi yang diinginkan.
Untuk menyikapi hal ini, menurut Agus semua pihak akan lakukan koordinasi. "Seperti di Bank Indonesia kemarin, ini perlu ditindaklanjuti, agar Kementerian dan Lembaga terkait merespons dan menghindari terjadinya inflasi khusunya core inflation yang meningkat," tegasnya.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka inflasi pada bulan Agustus 2012 sebesar 0,95 persen. Inflasi berdasarkan tahun kalender 3,48 persen, dan year on year (yoy) 4,58 persen.
Sedangkan untuk komponen inti sebesar 0,97 persen, dan inflasi komponen inti secara yoy 4,16 persen. "Angka ini dipengaruhi kegiatan, ada puasa, Lebaran, tahun ajaran baru, itu berpengaruh," kata Kepala BPS Pusat, Suryamin dalam konferensi pers di Gedung BPS Pusat, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Kegiatan ini, lanjut Suryamin, berpengaruh pada kelompok pengeluaran. Dimana tercatat andil bahan makanan terhadap laju inflasi adalah 0,35 persen. "Yang terendah kelompok pengeluaran dari kesehatan. Untuk semua komponen pengeluaran terjadi inflasi," jelasnya.
"Harapannya di 0,6 persen atau 0,7 persen maksimal 0,8 persen lah. Ini tentu masih ada faktor Ramadhan gitu," ungkap Agus dalam saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (3/9/2012)..
Lebih lanjut Agus menerangkan, inflasi yang berada di level 0,95 persen tersebut mengakibatkan year on year (YoY) menyentuh angka 4,56. Kendati demikian, secara umum jika year on year masih dibawah 5 persen, maka hal tersebut masih menunjukkan kondisi yang diinginkan.
Untuk menyikapi hal ini, menurut Agus semua pihak akan lakukan koordinasi. "Seperti di Bank Indonesia kemarin, ini perlu ditindaklanjuti, agar Kementerian dan Lembaga terkait merespons dan menghindari terjadinya inflasi khusunya core inflation yang meningkat," tegasnya.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka inflasi pada bulan Agustus 2012 sebesar 0,95 persen. Inflasi berdasarkan tahun kalender 3,48 persen, dan year on year (yoy) 4,58 persen.
Sedangkan untuk komponen inti sebesar 0,97 persen, dan inflasi komponen inti secara yoy 4,16 persen. "Angka ini dipengaruhi kegiatan, ada puasa, Lebaran, tahun ajaran baru, itu berpengaruh," kata Kepala BPS Pusat, Suryamin dalam konferensi pers di Gedung BPS Pusat, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Kegiatan ini, lanjut Suryamin, berpengaruh pada kelompok pengeluaran. Dimana tercatat andil bahan makanan terhadap laju inflasi adalah 0,35 persen. "Yang terendah kelompok pengeluaran dari kesehatan. Untuk semua komponen pengeluaran terjadi inflasi," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :