Telur dan ayam tekan inflasi Agustus
Senin, 03 September 2012 - 14:39 WIB
Telur dan ayam tekan inflasi Agustus
A
A
A
Sindonews.com - Berbeda dengan periode sebelumnya, inflasi bulan Agustus dihambat oleh empat komoditas utama yang sering mencatat pemicu inflasi. Telur ayam ras, daging ayam ras, cabe merah dan bawang merah menghambat inflasi yang tercacat 0,95 persen di Lebaran tahun ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebutkan, telur ayam ras mengalami penurunan harga hingga 54,9 persen. Ini disebabkan oleh pasokan yang banyak sehingga juga menghindari spekulasi harga dari pedagang.
"Penurunan harga sebesar 54,9 persen, di 46 kota IHK (Indeks Harga Konsumen dan Inflasi), itu Bandung, Kediri dan Surabaya," kata Suryamin kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sementara itu, daging ayam ras juga mengalami penurunan harga 1,86 persen. Komoditas ini memberikan andil 0,54 persen untuk menghambat inflasi juga dikarenakan pasokan yang banyak. Penurunan harga tertinggi terjadi di Pangkal Pinang dan Jambi.
Sedangkan cabe merah, mencatat penurunan 6,83 persen di 53 kota IHK, sehingga memberikan andil 0,03 persen. "Sementara itu bawang merah, dengan penurunan terjadi 6,33 persen di 62 kota IHK," pungkasnya.
Diketahui, inflasi pada bulan Agustus 2012 sebesar 0,95 persen. Inflasi berdasarkan tahun kalender 3,48 persen, dan year on year (yoy) 4,58 persen.
Sedangkan untuk komponen inti sebesar 0,97 persen, dan inflasi komponen inti secara yoy 4,16 persen. "Angka ini dipengaruhi kegiatan, ada puasa, Lebaran, tahun ajaran baru, itu berpengaruh," kata Suryamin.
Kegiatan ini, lanjut Suryamin, berpengaruh pada kelompok pengeluaran. Dimana tercatat andil bahan makanan terhadap laju inflasi adalah 0,35 persen. "Yang terendah kelompok pengeluaran dari kesehatan. Untuk semua komponen pengeluaran terjadi inflasi," jelasnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebutkan, telur ayam ras mengalami penurunan harga hingga 54,9 persen. Ini disebabkan oleh pasokan yang banyak sehingga juga menghindari spekulasi harga dari pedagang.
"Penurunan harga sebesar 54,9 persen, di 46 kota IHK (Indeks Harga Konsumen dan Inflasi), itu Bandung, Kediri dan Surabaya," kata Suryamin kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sementara itu, daging ayam ras juga mengalami penurunan harga 1,86 persen. Komoditas ini memberikan andil 0,54 persen untuk menghambat inflasi juga dikarenakan pasokan yang banyak. Penurunan harga tertinggi terjadi di Pangkal Pinang dan Jambi.
Sedangkan cabe merah, mencatat penurunan 6,83 persen di 53 kota IHK, sehingga memberikan andil 0,03 persen. "Sementara itu bawang merah, dengan penurunan terjadi 6,33 persen di 62 kota IHK," pungkasnya.
Diketahui, inflasi pada bulan Agustus 2012 sebesar 0,95 persen. Inflasi berdasarkan tahun kalender 3,48 persen, dan year on year (yoy) 4,58 persen.
Sedangkan untuk komponen inti sebesar 0,97 persen, dan inflasi komponen inti secara yoy 4,16 persen. "Angka ini dipengaruhi kegiatan, ada puasa, Lebaran, tahun ajaran baru, itu berpengaruh," kata Suryamin.
Kegiatan ini, lanjut Suryamin, berpengaruh pada kelompok pengeluaran. Dimana tercatat andil bahan makanan terhadap laju inflasi adalah 0,35 persen. "Yang terendah kelompok pengeluaran dari kesehatan. Untuk semua komponen pengeluaran terjadi inflasi," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :