Joint venture, Trisula keluarkan modal Rp15 M
Senin, 03 September 2012 - 14:48 WIB
Joint venture, Trisula keluarkan modal Rp15 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Trisula International Tbk (TRIS) mengaku telah berinvestasi senilai Rp15 miliar lebih guna membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang dinamai PT Triduaribu Bersatu, pemegang lisensi G2000 di Indonesia.
Angka tersebut, diungkapkan Direktur Utama Trisula International, Lisa Tjahjadi, merupakan saham mayoritas dari nilai total investasi yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha joint venture tersebut yang mencapai Rp30 miliar.
"Modal awal perusahaan joint venture ini sebesar Rp30 miliar. Karena kita mengambil porsi kepemilikan saham sebesar 51 persen, dan sisanya G2000, maka kita menyertakan modal awal sebesar Rp15 koma sekian miliar," kata Lisa di sela-sela acara Investor Gathering di Jakarta, Senin (3/9/2012).
Dengan kepemilikan saham mayoritas, sambung Lisa, Trisula mengisi beberapa pos penting di level manajemen. "Presiden Direkturnya nanti diisi oleh Pak Rudolf Simarmata (Direktur Trisula), nanti ada satu direktur dari G2000 dan dari kita," sambungnya.
Kendati perusahaan joint venture telah beroperasi sejak 1 September lalu, diakui Lisa, masih banyak persoalan teknis yang harus diselesaikan. "Seperti pengalihan dari pemilik lama," aku Lisa.
Sehingga, kendati saat ini G2000 telah beroperasi di 22 titik penjualan, hingga akhir tahun nanti produk G2000 belum berkontribusi secara signifikan. "Mungkin masih di kisaran Rp6-7 milar penjualannya," papar Lisa.
Angka tersebut, diungkapkan Direktur Utama Trisula International, Lisa Tjahjadi, merupakan saham mayoritas dari nilai total investasi yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha joint venture tersebut yang mencapai Rp30 miliar.
"Modal awal perusahaan joint venture ini sebesar Rp30 miliar. Karena kita mengambil porsi kepemilikan saham sebesar 51 persen, dan sisanya G2000, maka kita menyertakan modal awal sebesar Rp15 koma sekian miliar," kata Lisa di sela-sela acara Investor Gathering di Jakarta, Senin (3/9/2012).
Dengan kepemilikan saham mayoritas, sambung Lisa, Trisula mengisi beberapa pos penting di level manajemen. "Presiden Direkturnya nanti diisi oleh Pak Rudolf Simarmata (Direktur Trisula), nanti ada satu direktur dari G2000 dan dari kita," sambungnya.
Kendati perusahaan joint venture telah beroperasi sejak 1 September lalu, diakui Lisa, masih banyak persoalan teknis yang harus diselesaikan. "Seperti pengalihan dari pemilik lama," aku Lisa.
Sehingga, kendati saat ini G2000 telah beroperasi di 22 titik penjualan, hingga akhir tahun nanti produk G2000 belum berkontribusi secara signifikan. "Mungkin masih di kisaran Rp6-7 milar penjualannya," papar Lisa.
(gpr)
Lihat Juga :