Proyek tol trans-Jawa tersendat pembebasan lahan
Selasa, 04 September 2012 - 11:39 WIB
Proyek tol trans-Jawa tersendat pembebasan lahan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengaku pesimis untuk menyelesaikan proyek ruas tol Semarang-Batang-Cirebon. Penyebabnya, hingga saat ini diketahui adalah proses pembebasan tanah.
"Kalau yang Semarang-Batang-Cirebon memang agak sulit, jadi saya ya sudah lah. Agak pesimis. Itu karena masalah tanah juga," ungkap Djoko kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa(4/8/12).
Sementara itu, ruas tol trans-Jawa yang lain yaitu Kertosono-Mookerto pun menurut Djoko masih terkendala proses pembebasan tanah yang
tersendat-sendat juga.
"Mojokerto Kertosono sekarang jalan, masalahnya tanah juga, duitnya ada, bangunnya semangat tapi pembebasan tanahnya agak tersendat-sendat," jelasnya.
Sedangkan untuk ruas tol yang lain, Djoko mengatakan akan berjalan sesuai target, seperti untuk ruas tol Kertosono-Ngawi-Solo. Dia mengatakan, bulan Desember nanti pihak swasta yaitu Thiess akan mulai mengerjakan proses konstruksi proyek ruas tol ini.
"Kertosono-Ngawi-Solo sebagian dikerjakan oleh pemerintah, kemarin sudah undang Thiess dan sudah tender konstruksinya, dia berjanji bulan Desember antara Solo-Ngawi yang sudah kita kerjakan, asing juga akan mengerjakan," pungkasnya.
Sebelumnya, Djoko memperkirakan sedikitnya hanya enam dari sembilan ruas tol trans-Jawa tersisa yang dapat beroperasi sesuai target yaitu pada tahun 2014.
Adapun untuk tiga ruas lainnya yakni Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang diperkirakan akan molor karena terkendala pembebasan lahan.
"Kalau yang Semarang-Batang-Cirebon memang agak sulit, jadi saya ya sudah lah. Agak pesimis. Itu karena masalah tanah juga," ungkap Djoko kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa(4/8/12).
Sementara itu, ruas tol trans-Jawa yang lain yaitu Kertosono-Mookerto pun menurut Djoko masih terkendala proses pembebasan tanah yang
tersendat-sendat juga.
"Mojokerto Kertosono sekarang jalan, masalahnya tanah juga, duitnya ada, bangunnya semangat tapi pembebasan tanahnya agak tersendat-sendat," jelasnya.
Sedangkan untuk ruas tol yang lain, Djoko mengatakan akan berjalan sesuai target, seperti untuk ruas tol Kertosono-Ngawi-Solo. Dia mengatakan, bulan Desember nanti pihak swasta yaitu Thiess akan mulai mengerjakan proses konstruksi proyek ruas tol ini.
"Kertosono-Ngawi-Solo sebagian dikerjakan oleh pemerintah, kemarin sudah undang Thiess dan sudah tender konstruksinya, dia berjanji bulan Desember antara Solo-Ngawi yang sudah kita kerjakan, asing juga akan mengerjakan," pungkasnya.
Sebelumnya, Djoko memperkirakan sedikitnya hanya enam dari sembilan ruas tol trans-Jawa tersisa yang dapat beroperasi sesuai target yaitu pada tahun 2014.
Adapun untuk tiga ruas lainnya yakni Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang diperkirakan akan molor karena terkendala pembebasan lahan.
(gpr)
Lihat Juga :