Portugal optimalkan bailout

Selasa, 04 September 2012 - 12:28 WIB
Portugal optimalkan...
Portugal optimalkan bailout
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Portugal bertekad terus maju dalam memperbaiki perekonomiannya dengan menggunakan dana talangan (bailout) agar keluar dari krisis utang.

“Pemerintah kami akan melanjutkan rencana dengan tekad dan keberanian,”ujar Perdana Menteri (PM) Portugal Pedro Passos Coelho saat menerima kunjungan auditor internasional di Lisbon,seperti dilansir AFP kemarin.

Dia menambahkan,rencana tersebut meliputi penghematan kontroversial yang dirancang untuk menyeimbangkan anggaran negara demi memenuhi persyaratan bailout sebesar 78 miliar euro (USD98 miliar).

Seperti Yunani dan Irlandia, Portugal menerima bantuan dari tiga lembaga internasional atau troika yakni Uni Eropa ,Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF),dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB). Tetapi, analis lokal mengatakan, defisit publik Portugal yang diperkirakan mencapai 6,7–7,1% dari output untuk semester I/2012 masih jauh dari target pemerintah yang sebesar 4,5%.

Selain itu,tingkat pengangguran yang mencapai rekor 15% dari angkatan kerja di kuartal II/2012 juga membuat kekhawatiran baru bahwa pengetatan fiskal selanjutnya bakal mendorong angka pengangguran lebih tinggi.

Passos Coelho mengakui, paket penyelamatan tersebut sangat menuntut Portugal, terutama mengingat meningkatnya ketidakpastian dan perlambatan ekonomi Eropa.“Tetapi, kami memiliki tujuan yang ambisius dengan melakukan rencana memangkas anggaran negara,”papar dia.

Menanggapi hal itu,pemimpin Partai Oposisi Sosialis, Jose Seguro,mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah melalui kebijakan penghematan biaya telah gagal pada setiap tingkat.

“Pemerintah Portugal telah gagal dalam mengurangi defisit tahun ini,sebelumnya pemerintah juga gagal dalam memerangi pengangguran dan membangkitkan perekonomian,” tegasnya. Seguro dijadwalkan bertemu dengan wakil dari kreditor internasional pada Rabu (12/8) mendatang.

Dalam pertemuan tersebut,pihaknya akan menekankan pentingnya memprioritaskan lapangan pekerjaan dan pembiayaan perekonomian.

“Pemerintah memerlukan lebih banyak waktu, setidaknya satu tahun lagi untuk menempatkan keuangan publik agar lebih baik,”kata dia.

BBC melaporkan, Kepala Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Eropa (OECD) telah mendesak ECB untuk mengambil tindakan terhadap krisis utang zona euro.

“ECB harus memiliki sinyal yang kredibel, jika bank sentral tersebut dapat bekerja di pasar,mengapa tidak.ECB harus membeli obligasi negara zona euro yang telah melebihi 7% dalam beberapa bulan terakhir,” tutur Kepala OECD Angel Guria.

Sebelumnya ECB telah mengusulkan untuk membeli obligasi negara blok mata uang tunggal yang memiliki biaya pinjaman tinggi yakni Italia dan Spanyol,namun Jerman telah menentang langkah tersebut.

Sementara, Pemerintah Spanyol menyatakan akan mempertimbangkan untuk mencari dana bantuan tambahan kendati sudah ada komitmen dari lembaga pemberi donor sebesar 100 miliar euro. Hanya,Spanyol akan melihat terlebih dahulu program ECB terkait rencana pembelian obligasi pemerintah zona euro yang mengalami kesulitan mendapatkan dana dari pasar akibat tingginya imbal hasil.

“Jika saya percaya rencana itu akan baik bagi Eropa,bagi euro dan bagi Spanyol,kami akan melakukannya.Tetapi jika tidak baik,kami tidak akan melakukannya,”kata Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy dalam sebuah wawancara yang diterbitkan harian ABCdi Madrid, Minggu (2/9) lalu. Sebelumnya Gubernur Bank Sentral Jerman Jens Weidmann pekan lalu membantah pihaknya akan menarik rencana membeli surat utang Eropa. Namun,dia menolak berkomentar lebih jauh laporan tersebut
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Portugal, Menteri...
Di Portugal, Menteri Trenggono Beberkan Jurus Sakti Ekonomi Biru
Portugal Bangkit dari...
Portugal Bangkit dari Ketinggalan untuk Menaklukkan Skotlandia 2-1 di UEFA Nations League
Lumat Israel, Portugal...
Lumat Israel, Portugal Tutup Persiapan Piala Eropa 2020 dengan Sempurna
Strategi Baru Tak Berjalan...
Strategi Baru Tak Berjalan Mulus, Fernando Santos: Portugal Masih Harus Perbaiki Diri
Ratusan Warga Brasil...
Ratusan Warga Brasil di Lisbon, Portugal Menyaksikan Terpilihnya Lula Da Silva Sebagai Presiden Brasil
Borong Dua Gol, CR7...
Borong Dua Gol, CR7 Cetak Rekor Baru dan Bawa Kemenangan Portugal Atas Irlandia
Berita Terkini
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
13 menit yang lalu
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
31 menit yang lalu
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
32 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
55 menit yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
1 jam yang lalu
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
1 jam yang lalu
Infografis
Ada CR7, Berikut Skuad...
Ada CR7, Berikut Skuad Portugal di Kualifikasi Piala Eropa 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved