Etihad tambah saham di Virgin Australia

Selasa, 04 September 2012 - 12:33 WIB
Etihad tambah saham...
Etihad tambah saham di Virgin Australia
A A A
Sindonews.com - Maskapai penerbangan Timur Tengah, Etihad Airways, akhir pekan lalu menyatakan telah menambah porsi kepemilikan saham di maskapai Virgin Australia menjadi 10% dari sebelumnya hanya 5%.

Kendati terus meningkatkan investasinya di maskapai yang beroperasi di Negeri Kanguru itu, Etihad menyatakan tidak tertarik untuk menjadi pemilik saham mayoritas pada entitas bisnis yang masih terafiliasi dengan miliarder Inggris Richard Branson.

“Kami sangat senang mencapai kesepakatan ini,” ujar Presiden dan CEO Etihad james Hogan dikutip AFP kemarin.

Etihad yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, menyatakan, penambahan investasi tersebut direalisasikan dengan membeli 221 juta saham di pasar setelah menerima persetujuan dari Dewan Pengawas Investasi Asing (FIRB) enam pekan silam.

“Sebagai perusahaan yang tumbuh dengan cepat, kami tidak tertarik menjadi pemilik saham mayoritas di Virgin Australia.

Dengan kepemilikan saham ini justru akan menggambarkan bahwa kami memiliki hubungan yang kuat dengan maskapai lain menunjukkan komitmen kami di pasar Australia,” ujar Hogan.

Sepanjang tahun lalu Etihad mengangkut 8,3 juta penumpang dengan melayani 86 destinasi di Timur Tengah, Afrika, Eropa, Asia dan Amerika Utara.

Saat ini Etihad mengoperasikan 67 pesawat dari jenis Airbus dan Boeing dan rencananya akan terus menambah armada sebanyak 100 pesawat baru termasuk 10 unit Airbus A380 superjumbo.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama Mendukung...
Kerja Sama Mendukung Pertumbuhan Industri Penerbangan Helikopter di Indonesia
Tekad Pelaku Industri...
Tekad Pelaku Industri Penerbangan Non-Airline Pasca Asian Sky Forum 2024
Software Autocad Hadirkan...
Software Autocad Hadirkan Teknologi Peta 3D untuk Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan RI Diramal Masih Sempoyongan Tahun Ini
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Berita Terkini
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
35 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
59 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
2 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
2 jam yang lalu
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
2 jam yang lalu
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved