Menkeu : Defisit transaksi masih seimbang
Selasa, 04 September 2012 - 17:29 WIB
Menkeu : Defisit transaksi masih seimbang
A
A
A
Sindonews.com - Kendati permintaan barang investasi berada dalam kondisi yang lebih besar dari barang konsumsi, sehingga berpotensi meningkatkan defisit transaksi, namun pemerintah memandang hal tersebut masih berada dalam tahap yang seimbang.
"Komposisinya masih sehat," tegas Menteri Keuangan, Agus Martowardojo saat ditemu wartawan di gedung DPR Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Ditegaskannya pula, saat ini pemerintah masih terus berupaya menjaga keseimbangan dimana tingginya permintaan domestik tidak mengancam pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan kondisi yang demikian, Agus mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh dari gejala overheating. "Ekspektasi inflasi juga lebih baik karena manajemen kebijakan makro yang membaik, yang diikuti dengan perbaikan pasokan dan distribusi bahan makanan," tutupnya.
Sebelumnya, Agus mengatakan kondisi Indonesia belum dalam keadaan overheating. Meski demikian, pemerintah tetap waspada terhadap kondisi perekonomian kondisi global saat ini. "Kalau ada ungkapan Indonesia dalam kondisi overheating kami tidak sependapat. Indonesia tidak dalam kondisi overheating," tegas Agus.
Dia mengatakan, pemerintah akan menyalakan sinyal overheating, jika pertumbuhan ekonomi tinggi, namun inflasi tidak terkendali. Dia melanjutkan, selama 1,5 hingga dua dua tahun terakhir pemerintah tetap mewaspadai kondisi ekonomi global yang belum pulih. "Tapi yang utama overheating jika ada pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang tidak terkendali," jelas dia.
"Komposisinya masih sehat," tegas Menteri Keuangan, Agus Martowardojo saat ditemu wartawan di gedung DPR Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Ditegaskannya pula, saat ini pemerintah masih terus berupaya menjaga keseimbangan dimana tingginya permintaan domestik tidak mengancam pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan kondisi yang demikian, Agus mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh dari gejala overheating. "Ekspektasi inflasi juga lebih baik karena manajemen kebijakan makro yang membaik, yang diikuti dengan perbaikan pasokan dan distribusi bahan makanan," tutupnya.
Sebelumnya, Agus mengatakan kondisi Indonesia belum dalam keadaan overheating. Meski demikian, pemerintah tetap waspada terhadap kondisi perekonomian kondisi global saat ini. "Kalau ada ungkapan Indonesia dalam kondisi overheating kami tidak sependapat. Indonesia tidak dalam kondisi overheating," tegas Agus.
Dia mengatakan, pemerintah akan menyalakan sinyal overheating, jika pertumbuhan ekonomi tinggi, namun inflasi tidak terkendali. Dia melanjutkan, selama 1,5 hingga dua dua tahun terakhir pemerintah tetap mewaspadai kondisi ekonomi global yang belum pulih. "Tapi yang utama overheating jika ada pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang tidak terkendali," jelas dia.
(gpr)
Lihat Juga :