Menkeu : Kenaikan TDL harus disikapi positif
Rabu, 05 September 2012 - 06:00 WIB
Menkeu : Kenaikan TDL harus disikapi positif
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengimbau agar masyarakat dan pelaku industri dapat menyikapi kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di tahun depan dengan positif.
"Kita ingin masyarakat sampai kepada industri bisa memahami, kita perlu ada penataan TDL yang lebih baik," Ujar Agus saat dijumpai wartawan di gedung DPR, Jakarta Selasa 4 September 2012.
Tindakan pemerintah yang menaikan TDL, kata Agus, merupakan salah satu upaya pembenahan anggaran subsidi yang saat ini diketahui telah melebihi batas yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, jika TDL tidak disesuaikan dengan fiskal space maka akan mengakibatkan berkurangnya belanja produktif infrastruktur dan belanja sosial.
"Jadi kita atur sedemikian rupa dan diatur dengan DPR, lalu dana-dana yang bisa dihemat akan dialokasikan untuk yang lebih produktif," sambungnya.
Lebih lanjut dirinya menyimpulkan, dengan menaikkan TDL sekaligus mencabut subsidi listrik yang jumlahnya sangat besar tersebut, maka pemerintah dapat lebih berkonsentrasi menjalankan pembangunan dengan mengalihkan anggaran subsidi tersebut ke sektor lain yang lebih tepat sasaran.
"Kalau alokasi infrastruktur Rp90 triliun dan kalau subsidi sampai Rp316 triliun, ini kan kali lipat. Jika pertanian atau hal-hal yang memerlukan, bisa diberikan tapi kalau digunakan sama yang menggunakan perlu dikendalikan," pungkasnya.
"Kita ingin masyarakat sampai kepada industri bisa memahami, kita perlu ada penataan TDL yang lebih baik," Ujar Agus saat dijumpai wartawan di gedung DPR, Jakarta Selasa 4 September 2012.
Tindakan pemerintah yang menaikan TDL, kata Agus, merupakan salah satu upaya pembenahan anggaran subsidi yang saat ini diketahui telah melebihi batas yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, jika TDL tidak disesuaikan dengan fiskal space maka akan mengakibatkan berkurangnya belanja produktif infrastruktur dan belanja sosial.
"Jadi kita atur sedemikian rupa dan diatur dengan DPR, lalu dana-dana yang bisa dihemat akan dialokasikan untuk yang lebih produktif," sambungnya.
Lebih lanjut dirinya menyimpulkan, dengan menaikkan TDL sekaligus mencabut subsidi listrik yang jumlahnya sangat besar tersebut, maka pemerintah dapat lebih berkonsentrasi menjalankan pembangunan dengan mengalihkan anggaran subsidi tersebut ke sektor lain yang lebih tepat sasaran.
"Kalau alokasi infrastruktur Rp90 triliun dan kalau subsidi sampai Rp316 triliun, ini kan kali lipat. Jika pertanian atau hal-hal yang memerlukan, bisa diberikan tapi kalau digunakan sama yang menggunakan perlu dikendalikan," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :